Kunjungan ke Gunung Padang meningkat tajam

0
14


Cianjur (ANTARA) – Tingkat kunjungan wisatawan ke Cagar Budaya Nasional Gunung Padang di Kecamatan Campaka, Cianjur, Jawa Barat, memasuki Hari kedua Lebaran meningkat tajam hingga ribuan orang dan diperkirakan akan terus meningkat hingga H+7 Lebaran.

Koordinator Juru Pelihara Gunung Padang, Nanang Sukamana pada wartawan, Kamis, mengatakan peningkatan jumlah wisatawan sudah terjadi sejak hari pertama lebaran, namun masih sebatas wisatawan lokal yang tinggal di sekitar situs.

Namun hari kedua lebaran hingga sore menjelang tercatat pengunjung lebih dari 2.000 orang, didominasi wisatawan Cianjur, Bogor, Sukabumi dan daerah lainnya di Jawa Barat. “Kalau hari biasanya pengunjung hanya 150-200 orang, sedangkan akhir pekan bisa sampai 700 orang. Namun untuk hari ini peningkatannya cukup signifikan, sampai ribuan orang,” katanya.

Peningkatan tersebut tutur dia, diperkirakan akan terjadi hingga tujuh hari setelah lebaran Idul Fitri. Bahkan wisatawan dari luar provinsi hingga manca negara pun mulai berdatangan ke situs megalit tertua di dunia itu, sehingga jumlah petugas yang bersiaga di pintu masuk hingga di teras utama Gunung Padang ditambah.

“Untuk memastikan pengunjung tetap kondusif dan tidak merusak Cagar Budaya Nasional, petugas yang bersiaga ditambah sampai 30 orang, 20 orang bertugas di tangga naik dan teras situs. Hari biasa termasuk libur, hanya 14 orang yang bertugas biasanya,” kata Nanang.

Nanang menjelaskan terkait longsoran yang terjadi di tebing timur situs tidak mempengaruhi tingkat kunjungan dan pihaknya memastikan lonjakan pengunjung tidak akan memperparah kondisi tebing yang longsor karena petugas sudah melakukan pengaturan jumlah pengunjung yang naik.

“Meskipun angka kunjungan mencapai ribuan, namun tidak serentak diizinkan naik ke area utama situs, untuk menjaga hal yang tidak diinginkan. Kami berharap segera dilakukan penanganan lebih lanjut agar kelestarian situs tetap terjaga,” katanya.

Festival Bakcang Ayam dan Lamang Baluo

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019





Source link

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini