KPU Berikan Santunan Tujuh Ahli Waris Petugas KPPS Meninggal di Yogya – Nasional Terkini

0
4



Terkini.com – Sebanyak tujuh orang ahli waris dari petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di DIY yang meninggal dunia mendapatkan santunan. Santunan yang diterima oleh ahli waris ini diserahkan langsung oleh Ketua KPU RI, Arief Budiman.

Adanya santunan kepada tujuh ahli waris petugas KPPS pada Sabtu (20/7) ini menggenapi tiga ahli waris yang sebelumnya telah menerima. Total hingga saat ini ada 10 ahli waris petugas KPPS di DIY yang telah menerima.

Dari data KPU, untuk wilayah DIY ada 15 petugas KPPS yang meninggal dunia. Namun saat ini baru ada 10 ahli waris yang menerimanya. Lima lainnya saat ini masih dalam tahap verifikasi oleh KPU.

Arief menyampaikan pemberian santunan kepada ahli waris ini adalah tindaklanjut dari pemberian santunan di beberapa propinsi lain yang telah diberikan.

“Beberapa waktu yang lalu (di DIY) sudah diberikan (santunan) tiga, sekarang sudah juga diberikan tujuh. Ini secara simbolis saja nanti saya mau sampaikan kepada mereka. Kemudian masih ada lima lagi di DIY, itu yang masih dalam tahap klarifikasi dan verifikasi,” kata Arief di Kantor KPU DIY, Sabtu (20/7).

Arief menerangkan ada 540 petugas KPPS yang meninggal dunia saat bertugas. Meskipun demikian baru kurang lebih 160 ahli waris yang menerima santunan dari KPU.

Menurut Arief, 160 ahli waris tersebut telah rampung diverifikasi dari KPU. Sedangkan sisanya saat ini masih dalam proses verifikasi.

“Jadi yang sudah diverifikasi dan dinyatakan memenuhi syarat langsung kita berikan santunan. Tapi yang sedang dalam proses ya kita tunggu proses verifikasinya selesai. Yang sudah diverifikasi dan diberikan santunannya itu sekitar 160 sekian,” tutur Arief.

Arief menerangkan verifikasi harus dilakukan untuk memastikan petugas KPPS tersebut memang berhak untuk diberikan santunan. Selain itu verifikasi juga dilakukan untuk memastikan siapa ahli waris dari petugas KPPS yang meninggal tersebut.

“Besarannya untuk yang meninggal dunia Rp 36 juta. Kalau yang sakit kemudian cacat itu bervariasi. Tergantung dia sakit berapa lama dirawat. Kemudian kalau cacat itu cacatnya seperti apa. Kecelakaannya seperti apa itu bervariasi,” tutup Arief. [rhm]





Source link

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini