KPK Sita Rp1,9 Miliar dari Rumah Bupati Bengkalis

0
9



Juru bicara KPK Febri Diansya. ANT/ Sigid Kurniawan.


Jakarta: Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan rumah dinas Bupati Bengkalis Amril Mukminin. Penggeledahan tersebut berkaitan dengan penyidikan kasus dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis, Riau tahun 2013-2015.

“Penggeledahan di rumah dinas Bupati Bengkalis Amril Mukminin berkaitan dengan semua tersangka dalam penyelidikan kasus tersebut” kata juru bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Jakarta, Sabtu, 2 Juni 2018.



Febri mengatakan dari penggeledahan itu tim menemukan uang sekitar Rp1,9 miliar. Diduga uang tersebut berkaitan dengan kasus tersebut.

“Dari lokasi tersebut ditemukan uang sekitar Rp1,9 miliar yang akan didalami lebih lanjut keterkaitannya dengan perkara yang sedang ditangani,” tutur dia.

Menurut Febri semua barang yang disita dari rumah Amril dikumpulkan untuk menjadi bukti-bukti lebih lanjut. Febri pun tidak menutup kemungkinan apabila lembaga antirasuah akan mengembangkan penyidikan ke pihak lain.

“Kegiatan penggeledahan merupakan salah satu tindakan yang dilakukan untuk pengumpulan bukti-bukti lebih lanjut,” pungkas Febri.

KPK sebelumnya menetapkan Sekretaris Daerah Kota Dumai Muhamad Nasir sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek peningkatan jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Bengkalis untuk tahun anggaran 2013-2015. Selain Nasir, KPK juga menetapkan Dirut PT Mawatindo Road Construction, Hobby Siregar sebagai tersangka.

Dalam kasus ini, keduanya diduga melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, yang dapat merugikan keuangan atau perekonomian negara pada proyek tersebut.

Atas perbuatannya, kedua tersangka disangkakan Pasal 2 ayat 1 Undang-undang nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

(SCI)








Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini