KPK Sambut Baik Usulan Nama Mantan Koruptor Ditandai

0
31
JAKARTA, TERKINI.COM- Presiden Joko Widodo meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) menelaah kembali soal wacana larangan mantan koruptor ikut nyaleg di Pemilu 2019. Alasannya, menjadi caleg adalah hak berpolitik yang dindungi oleh Undang-undang.
Untuk itu, Jokowi mengusulkan agar KPU tidak melarang melainkan cukup mempublikasikan atau menandai nama eks terpidana kasus korupsi yang ingin nyaleg.
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang menyambut baik usulan Jokowi tersebut. Menurutnya, dengan aturan tersebut kemungkinan mantan koruptor memperoleh suara di Pileg cukup tipis.
“Ini juga bagus, kalau dipublikasi paling yang mau milih para mantan ini orang-orang tertentu,” kata Saut kepada Medcom.id, Jakarta, Selasa, 29 Mei 2018.
Namun, Saut juga tak menjamin jika aturan tersebut memperkecil peluang eks narapidana kasus rasuah di Pemilu 2019 menang. Maka, dia meminta semua pihak sama-sama kembali melihat dampak luas dari praktik korupsi yang dilakukan anggota legislatif.
“Atau bisa jadi malah menang. Ada pengertian hak jangan lupa ada kewajiban di dalamnya. Anda (mantan koruptor) tidak boleh bicara hak sebelum anda bereskan kewajiban anda,” ujarnya.
Saut menyatakan, lembaganya tetap pada posisi mendukung KPU untuk memberlakukan larangan nyaleg bagi para mantan koruptor. Kendati begitu, KPK dalam polemik ini posisinya lebih kepada memberikan rekomendasi.
“KPK tidak dalam posisi melarang lebih kepada rekomendasi. Kalau dalam bahasa UU KPK itu namanya pendekatan pencegahan setelah penindakan,” pungkasnya.
KPU sebelumnya menyatakan akan memasukkan larangan tersebut dalam Peraturan KPU tentang Pencalonan dalam Pemilu 2019. Ketua KPU, Arief Budiman, mengatakan landasan hukum aturan merujuk pada ketentuan lain di UU Pemilu.
Dalam UU itu, disebutkan syarat pencalonan anggota legislatif salah satunya bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Hingga kini, KPU masih merampungkan aturan tersebut. Rencananya, Peraturan KPU akan dikirim ke Kemenkumham dalam waktu dekat.(YDH/MetroTV)
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini