Kopwan Srikandi Purworejo perluas pemasaran gula organik ke Korsel

0
7


Jakarta (ANTARA) – Koperasi Wanita (Kopwan) Srikandi Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menggandeng Perusahaan Korea Selatan untuk bekerja sama meningkatkan kualitas dan pemasaran gula kristal organik.

Ketua Kopwan Srikandi Sri Suilowati dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa pihaknya sepakat menandatangani nota kesepahaman bersama atau memorandum of understanding (MoU) dengan Komipo Indonesia dan Kotra asal Korea Selatan (Korsel).

“MoU ini akan mengikat kerja sama selama setahun, terutama dalam pendampingan peningkatan kualitas mutu, packing, juga pemasaran,” katanya.

Penandatangan MoU dilakukan Ketua Kopwan Srikandi Sri Suilowati S.E., Kim Byung Sam selaku Direktur Utama Kotra Jakarta, dan Beck Namhee selaku Direktur Utama PT Komipo Energy Indonesia di Gedung Centra Processing Unit (CPU) gula kristal organik, Cangkreplor, Purworejo, Selasa (30-4-2019).

Turut menyaksikan acara tersebut Asisten Deputi UKM Kementerian Koperasi dan UKM RI yakni Ari Anindya Handika, perwakilan Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Tengah, dan Kabid Koperasi Dinas KUKMP Purworejo Sudarto SH.

Ia mengatakan bahwa pamasaran produksi gula kristal organik oleh Kopwan Srikandi selama ini sudah ekspor ke hingga Colombo dan Sydney, Australia.

“Kami masih berencana untuk bisa ekspor di Eropa dan Amerika. Harapannya dengan adanya kerja sama ini, dapat menghubungkan dengan perusahaan-perusahaan di berbagai negara,” jelasnya.

Apalagi, kapasitas produksi gula kristal dalam sebulan, lanjut Susilowati, Kopwan Srikandi mampu memproduksi sebanyak 200 ton.

Ia menyebutkan kebutuhan ekspor per bulan mencapai 35 ton ke Colombo dan Sydney sehingga masih sangat membutuhkan pemasaran, terutama untuk ekspor ke negara lain.

“Anggota Kopwan ada 208 orang, sedangkan jumlah penderesnya sekitar 2.100 petani, tidak hanya dari Purworejo, tetapi juga sebagian dari wilayah kabupaten lain, seperti Wonosobo dan Kebumen,” ujarnya.
Ia mengatakan bahwa harga gula kristal di pasar lokal Rp25.000 per pak dengan berat bersih setengah kilogram, sedangkan untuk luar negeri, harganya sesuai dengan kesepakatan dengan pemesan.

Gula kristal organik dianggap unggul karena memiliki kandungan vitamin C, potasitum, fosfor, kalium, magnesium, dan zat besi yang baik untuk tubuh.

Bahkan, manfaatnya sangat besar termasuk dapat membantu membentuk sel darah merah, mencegah rematik, flu, dan asma, mencegah osteoporosis, hingga dapat menurunkan kadar kolesterol.

Direktur Utama Kotra Jakarta yang mendukung MoU OVOP ini, Kim Byung Sam sangat mengapresiasi kerja sama antara perusahaan asal negaranya dan Koperasi Srikandi Purworejo.

Menurut dia, kerja sama ini akan memberikan efek positif bagi kedua belah pihak.

Saat ini, kata dia, Kotra memiliki 125 pusat bisnis di 83 negara. Dahulu negaranya kecil, bahkan masuk dikategorikan sebagai salah satu negara termiskin di dunia. Namun, berkat bisa membuat produk yang bagus dan mengekspor, Korea dengan cepat berkembang.

Demikian pula, kerja sama ini diharapkan Kopwan Srikandi dengan produk gula kristal organik akan dapat berhasil baik dipasar dunia.

Sementara itu, Direktur Utama PT Komipo Energy Indonesia Beck Namhee menjelaskan bentuk kerja sama ini meliputi kontrol kualitas produksi. Upaya ini supaya produk yang dihasilkan oleh petani sesuai dengan ketentuan ekspor.

Komipo dan Kotra akan mendukung dan bekerja sama memajukan Kopwan Srikandi, agar dapat berkembang dengan baik dan berkelanjutan.

Asisten Deputi Kementerian Koperasi dan UKM RI Ari Anindya Hartika menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada pihak Korea yang telah memberikan komitmen nyata dalam mendukung pengembangan koperasi dan UMKM di Indonesia.

Salah satunya MoU ini dalam rangka membantu meningkatkan kualitas dan pemasaran produk gula kelapa produksi Kopwan Srikandi.

“Kami sangat mengapresiasi aksi nyata dari pemerintah Korea melalui Kotra dalam membantu koperasi UMKM Indonesia,” katanya.

Menurut dia, gula semut atau gula kelapa kristal organik saat ini termasuk salah satu produk yang menjadi prioritas pemerintah untuk dikembangkan secara terus-menerus.

Hal ini karena pihaknya melihat produsen gula semut di dunia tidaklah banyak dan salah satunya adalah Indonesia.

Ia yakin Kotra bisa melihat peluang, gula kelapa produksi Indonesia sangat diminati oleh konsumen manca negara. Melalui kerja sama ini pihaknya yakin Kotra melalui Komipo tentu akan terus berupaya mempromosikan gula kelapa atau gula semut Purworejo ini ke berbagai mitra Kotra di seluruh dunia.

“Kami berharap Kotra untuk terus dapat menambah mitra kerja sama dengan KUKM, jangan berhenti sampai di sini. Masih banyak peluang lain yang tersebar di seluruh Indonesia. Kami mengajak untuk terus meningkatkan kolaborasi ini,” katanya.

Menurut dia, Korea mempunyai kelebihan dalam hal pasar dan sistem yang sudah berjalan baik, sedangkan Indonesia memiliki banyak sekali produk berkualitas yang dibutuhkan dunia. Produk-produk tersebut sebagian hanya tumbuh dan berkembang dengan baik di Indonesia.

Laris berjualan di rest area eks pabrik gula Banjaratma

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019





Source link

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini