Kontraktor Migas Komitmen Investasi USD303,7 Juta s…

0
7



Jakarta: Pemerintah dan kontraktor menandatangani tiga kontrak wilayah kerja migas yang habis masa kontraknya pada 2019 (terminasi). Para kontraktor akan melakukan komitmen pasti selama lima tahun pertama sebesar USD303,7 juta.

Tiga wilayah kerja migas tersebut adalah blok Jambi Merang, Raja/Pendopo dan Seram Non Bula.



Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto menyebutkan total bonus tanda tangan (signature bonus) dari tiga kontrak tersebut adalah USD19,2 juta. Sedangkan total nilai investasi dari pelaksanaan kegiatan komitmen pasti lima tahun pertama adalah sebesar USD303,7 juta.

“Total signature bonus USD19,2 juta. Total komitmen pasti sebesar USD303 juta,” kata Djoko di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis, 31 Mei 2018.

Djoko menjelaskan ketiga kontrak ini menggunakan skema kontrak gross split, di mana dua kontrak di antaranya merupakan Kontrak Kerja Sama Alih Kelola dengan pengelolanya adalah anak usaha PT Pertamina (Persero) yakni PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan satu kontrak merupakan Kontrak Kerja Sama Perpanjangan dengan pengelola kontraktor existing.

Sementara untuk kontrak wilayah kerja Jambi Merang setelah masa kontrak berakhir di 9 Februari 2019 akan dioperatori oleh PT Pertamina Hulu Energi Jambi Merang dengan kepemilikan hak partisipasi (participating interest/PI) sebesar 100 persen. Termasuk didalamnya PI 10 persen yang akan ditawarkan kepada BUMD. Saat ini masih dikelola oleh JOB Pertamina-Talisman Jambi Merang.

Sedangkan untuk kontrak wilayah kerja Raja/Pendopo setelah berakhir pada 5 Juli 2019 akan dioperatori oleh PT Pertamina Hulu Energi Raja Tempirai dengan PI sebesar 100 persen termasuk didalamnya 10 persen BUMD. Saat ini masih wilayah kerja Raja/Pendopo dikelola oleh JOB Pertamina-Golden Spike Energy Indonesia, Ltd.

Kemudian kontrak wilayah kerja Seram Non Bula. Wilayah kerja yang akan berakhir masa kontraknya pada 31 Oktober 2019 ini akan dioperatori oleh Kontraktor CITIC Seram Energy Ltd. dengan participating interest sebesar 41 persen, Gulf Petroleum Investment Company KSCC mendapatkan sebesar 16,5 persen, Lion International Investment Ltd. sebesar 2,5 persen, PT GHJ Seram Indonesia sebesar 10 persen serta PT Petro Indo Mandiri sebesar 30 persen.

Pemerintah meminta kepada para kontraktor meningkatkan produksi minyak dan gas bumi dan memenuhi komitmen pastinya secara masif melalui kegiatan eksplorasi sehingga ditemukan cadangan migas baru.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar yang menyaksikan penandatanganan tersebut mengatakan supaya kegiatan eksplorasi tidak hanya dilakukan di wilayah kerja yang tercantum dalam kontrak tetapi juga di luar kontrak.

“Tambahan aktivitas eksplorasi sangat besar sekali di dunia migas Indonesia. Strategi sekarang dengan komitmen kerja pasti. Mudah-mudahan positif di sini, untuk taruh komitmen pastinya,” tutup Arcandra.

(AHL)





Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini