Ketersediaan BBM Berkualitas Kurangi Polusi Udara

0
8



Jakarta: Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) berkualitas bisa mengurangi polusi udara terutama jika disertai kualitas kendaraan layak jalar dan memiliki hasil uji emisi yang baik.

“Untuk itu kami mendukung ketersediaan BBM berkualitas,” kata Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Imran Agus Nurali, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa, 22 Mei 2018.



Imran mengatakan penetapan BBM bukan merupakan tugas dan fungsi Kemenkes. Meski demikian, Kemenkes berharap bahwa kebijakan kementerian terkait, beriorientasi pada jenis BBM yang tidak berpotensi menghasilkan polutan yang melebihi Nilai Ambang Batas/NAB yang sudah ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

Dia mengungkapkan sesuai Permen LHK parameter pencemar udara meliputi Sulfurdioksida (SO2), Karbonmonoksida (CO), Nitrogendioksida (NO2), Oksidan (O3), Hidrokarbon (HC), PM 10 , PM 2,5, TSP (debu), Pb (Timah Hitam), dan Dustfall (debu jatuh).

Dalam konteks itu pula, Imran mengingatkan mengenai bahaya penggunaan BBM oktan rendah seperti Premium bagi kesehatan. Di antaranya, dapat mengganggu saluran pernafasan, apalagi di jalanan yang padat kendaraan. “Yang punya risiko asma bisa lebih memicu asma, sampai jangka panjang adalah kanker paru-paru,” tutur Imran.

Emisi kendaraan bermotor, jelas Imran, menjadi salah satu sumber pencemar udara di samping sumber pencemar lain, seperti industri, perkantoran, dan perumahan. Pencemaran udara dari kendaraan bermotor yang melebihi ambang batas itulah yang akan mengakibatkan gangguan kesehatan, mulai gangguan saluran pernafasa hingga kanker.

“Bila PAH ini masuk dalam paru-paru akan menimbulkan luka dan merangsang terbentuknya sel-sel kanker. Kanker akibat pencemaran udara erat kaitannya dengan radikal bebas, yang pada umumnya mengakibatkan ketidaknormalan dalam metabolisme tubuh,” pungkas Imran.

Selain itu, polusi udara juga dapat mengakibatkan penyakit pernafasan. Penyebabnya, lanjut dia, karena unsur atau senyawa asing yang tidak seharusnya masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernafasan, tanpa sengaja terikut serta karena udara yang terkontaminasi pencemar. Unsur atau senyawa asing tersebut, menurut Imran, dapat menghambat saluran, mengganggu metabolisme sel tubuh, hingga bereaksi pada tingkat biokimia sebagai prekursor kanker.

(AHL)





Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini