Kerinduan Damaris Kembali Mengajar Anak-anak Wamena Meski Trauma Menghantui – Nasional Terkini

0
9



Terkini.com – Damaris salah seorang guru sekolah dasar di Wamena Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua mengatakan ingin kembali mengajar setelah peristiwa kerusuhan September lalu. Namun saat ini, mereka membutuhkan pemulihan trauma.

“Karena tugas, tanggung jawab. Sebenarnya belum siap mengajar karena masih trauma,” kata Damaris yang mengungsi di Kodim 1702/Jayawijaya. Demikian dikutip dari -, Minggu (6/10).

Direncanakan aktivitas belajar mengajar di Wamena akan kembali dimulai pada Senin (7/10) besok. Meski kondisi masih mengalami trauma, katanya, jika sudah diminta untuk kembali beraktivitas mengajar tentunya akan dilakukan agar pendidikan anak-anak tidak terhambat.

“Kita buka sekolah tunggu anak-anak,” kata perempuan asal Toraja yang sudah mengajar sejak 2005 itu.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat mengatakan, sekolah akan kembali dimulai pada Senin (7/10). Nantinya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Kemensos akan mendukung kembali aktivitas pendidikan di daerah itu.

Koordinator Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) Kemensos Milly Mildawati mengatakan sangat wajar warga ketakutan karena baru mengalami kejadian traumatis.

“Kami akan bertemu dan mengumpulkan guru-guru, karena bagaimanapun jika mereka akan kembali mengajar anak-anak tentunya trauma mereka dulu yang harus dipulihkan,” kata Milly.

Kemensos memberikan Layanan Dukungan Psikososial kepada anak-anak dan orang dewasa yang terdampak kerusuhan Wamena.

Kegiatan yang diberikan – lain bermain, bernyanyi, menari dan lainnya untuk anak sementara untuk orang dewasa berupa kegiatan percakapan sosial yang bertujuan memberikan ruang komunikasi, mendengarkan keluhan dan harapan mereka. [lia]





Source link

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini