Kejati Sulut Tahan Mantan Direktur BNPB

0
4

Mantan Direktur Tanggap Bencana BNPB berinisila JT alias Junjungan ditahan Kejati Sulut usai diperiksa sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek pemecah ombak di Desa Likupang pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa Utara TA 2016. Medc

Manado: Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara akhirnya menahan mantan Direktur Tanggap Darurat BNPB 2016 berinisial JT. Dia ditahan usai pemeriksaan intensif pada, Senin, 14 Mei 2018 sore, di Manado.
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulut Yoni E. Malaka mengatakan penahanan rersangka berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Nomor : PRINT-  02/R.1/Fd.1/05/2018 tanggal 14 Mei 2018. Penahanan dilakukan selama 20 hari terhitung sejak hari ini sampai dengan tanggal 2 Juni 2018 di Lapas Kelas IIA Malendeng Manado.
“Berdasarkan hasil penyidikan serta pemeriksaan yang dilakukan terhadap tersangka pada hari ini (14/05), Penyidik berpendapat telah terpenuhi syarat-syarat penahanan yang diatur dalam KUHAP,” kata Yoni, dalam keterangan persnya di Kantor Keti Sulut, Jalan 17 Agustus, Manado, Senin sore.
Junjungan, panggilan JT, ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara no. PRINT-114/R.1/Fd.1/02/2018 tanggal 13 Februari 2018 dalam perkara yang diduga menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp8,8 miliar. Dia diduga telah menyalahgunakan wewenang dalam proyek pemecah ombak dan penimbunan pantai di desa Likupang Kabupaten Minahasa Utara.
Tersangka dijerat pasal 2 ayat 1 jo pasal 3 jo pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah oleh UU No. 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.(SUR/MN)




 

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini