Kasus SKL BLBI, KPK Telisik Peran Dorodjatun saat Jabat Ketua KKSK

0
14



Merdeka.com – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelisik peran mantan Menteri Koordinator Perkonomian RI, Dorodjatun Kuntjorojakti dalam kasus korupsi penerbitan surat keterangan lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) terhadap Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) milik Sjamsul Nursalim.

“KPK mendalami peran dan pengetahuan saksi sebagai Menko Perekonomian RI sekaligus sebagai ketua KKSK (Komite Kebijakan Sektor Keuangan) 20012004,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (4/7).

Adapun keterangan yang dibutuhkan penyidik berhubungan dengan penerbitan SKL. Dimana, KPK menemukan bahwa pertimbangan KKSK mempengaruhi penerbitan SKL terhadap para obligor termasuk Sjamsul Nursalim.

“Diantaranya surat-surat yang diterbitkan KKSK saat itu,” kata Febri.

Usai menjalani pemeriksaan, Dorojatun enggan memberikan pernyataan apapun kepada awak media.

“Tanya KPK sajalah, pokoknya sebagai saksi saja,” kata dia.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Sjamsul Nursalim dan istrinya Itjih Nursalim sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penerbitan SKL BLBI.

Penetapan ini merupakan pengembangan dari perkara mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung yang divonis 15 tahun penjara.

Berdasarkan putusan Pengadilan Tipikor Jakarta, perbuatan Syafruddin telah memperkaya Sjamsul sebesar Rp 4,58 triliun. Sjamsul dan Itjih sendiri diketahui menetap di Singapura. Meski demikian, aset dan bisnis Sjamsul menjalar di Tanah Air.

Salah satunya, PT Gajah Tunggal Tbk yang memiliki anak usaha seperti PT Softex Indonesia, PT Filamendo Sakti, dan PT Dipasena Citra Darmadja. Selain itu, Sjamsul juga menguasai saham Polychem Indonesia yang sebelumnya bernama GT Petrochem.

Sjamsul juga memiliki sejumlah usaha ritel yang menaungi sejumlah merek ternama seperti Sogo, Zara, Sport Station, Starbucks, hingga Burger King.

Reporter: Fachrur Rozie [rhm]





Source link

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini