Karyawan Garuda Bentuk Tim dengan Pemerintah

0
10



Ilustrasi Garuda Indonesia. Foto: Antara/Fikri Yusuf .


Jakarta: Asosiasi Pilot Garuda (APG) dan Serikat Karyawan Garuda (Sekarda) telah memberikan deklarasi bagi pemegang saham dan pemerintah untuk menangani masalah di perusahaanya. Pemberian waktu dilakukan selama tiga puluh hari kerja.

Presiden APG, Captain Bintang Handono mengatakan hingga kini pihaknya masih menunggu tanggapan dan solusi langsung dari pemerintah.



“Deklarasi telah dilakukan pada 2 Mei 2018 dan akan berakhir pada 19 Juni 2018. Setelah itu baru bicara treatment berikutnya,” ujar dia kepada Medcom.id, Minggu, 3 Juni 2018.

Bintang mengatakan, APG dan Sekarda telah berdiskusi secara internal dengan perusahaan, namun tidak menemukan kesepakatan. Tuntutan ke pemerintah pun menjadi jalan dalam akan keputusan-keputusan direksi yang dipermasalahkan.

APG pun mengaku telah melakukan pertemuan dengan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko dan Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan. Bintang mengaku, pemerintah telah membuat tim kecil untuk meneliti permasalahan.

“Kami kan BUMN, jadi (Menko Kemaritiman) tidak bisa masuk langsung ke BUMN kalau tidak punya data. Kita bentuk tim kecil supaya beliau punya pegangan untuk lapor ke RI 1,” jelas Bintang.

Bintang menjelaskan, tim yang terdiri dari perwakilan APG, Sekarda, dan Kementerian terkait ini sudah dibentuk. Rencananya, pembahasan akan dilakukan satu atau dua hari ke depan.

APG dan Sekarda merasa kecewa dengan keputusan yang diambil oleh direksi baru, salah satunya penggunaan sistem Sabre yang dirasa belum siap. Hal ini menyebabkan pelayanan Garuda menurun. (Lis Pratiwi/ GDP Metro TV).

(DEN)








Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini