Jokowi Batal Salat di Masjid Kampung, Istana Bantah karena Alasan Keamanan

0
6



Merdeka.com – Presiden Joko Widodo atau Jokowi melaksanakan salat Idul Fitri 1440 H di Masjid Istiqlal Jakarta Pusat. Padahal, awalnya Jokowi berencana menunaikan salat Id di masjid kecil yang berada di kampung Jakarta.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko membantah batalnya Jokowi melaksanakan salat Id di masjid kampung lantaran faktor keamanan. Seperti diketahui, beberapa hari lalu terjadi bom bunuh diri di pos polisi Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.

“Oh enggak, enggak. Kemarin dari pertimbangan-pertimbangan, Bapak kan belum pernah di Istiqlal ya Salat Idul Fitri. Jadi (salat) di Istiqlal,” kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (5/6).

Tak hanya itu, diputuskannya Masjid Istiqlal menjadi lokasi Jokowi melaksanakan salat Id juga mempertimbangkan efisiensi waktu. Sebab, Jokowi menggelar open house di Istana Negara yang tak jauh dari Masjid Istiqlal.

“Tahun ini beliau salat di Istiqlal sekaligus dekat dengan Istana sehingga membuka open housenya di sini,” ucapnya.

Moeldoko menyebut pemerintah telah meningkatkan keamanan pasca bom bunuh diri di Kartasura. Mantan Panglima TNI itu berharap dengan kejadian ledakan bom bunuh diri ini kesigapan aparat keamanan semakin meningkat.

“Tadinya menghadapi lebaran ini sudah cukup bagus, tapi setelah kejadian ini kita semakin meningkatkan upaya keamanan,” tutur Moeldoko.

Sebelumnya, Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono mengatakan, Jokowi beserta keluarga akan menunaikan salat Id di salah satu kampung di Jakarta. Namun, akhirnya Jokowi memilih Masjid Istiqlal menjadi lokasi salat Id tadi pagi.

Jokowi turut didampingi Ibu Negara Iriana dan putra bungsunya Kaesang Pangarep. Sejumlah menteri Kabinet Kerja juga ikut salat Id di Masjid Istiqlal.

Usai salat, Jokowi bersama Wapres Jusuf Kalla serta didampingi Iriana dan Mufidah Kalla menggelar open house di Istana Negara. Open house diikuti oleh pejabat negara, duta besar negara sahabat, hingga masyarakat umum.

Reporter: Lisza Egeham [rhm]





Source link

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini