Industri Perbankan Dinilai Paling Besar Mengembangkan TIK

0
3
Jakarta: Asosiasi Perangkat Lunak Telematika Indonesia (Aspiluki) menilai perbankan adalah industri yang paling besar mengembangkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Hal tersebut sejalan dengan hadirnya kebijakan pemerintah terkait Gerbang Pembayaran Nasional (GPN).
Ketua Aspiluki Djarot Subiantoro menjelaskan pengembangan teknologi yang dilakukan industri perbankan banyak digunakan untuk bisnis e-commerce dan sistem pembayaran. Tentu ada harapan agar pengembangan teknologi bisa mendukung akselerasi bisnis di masa mendatang.
“Hampir semua sektor industri telah memanfaatkan e-commerce,” ujar Djarot, di Gedung Annex, Jakarta, Selasa, 8 Mei 2018.
Menurutnya banyak penggunaan teknologi dalam e-commerce masih rendah dan tingkat pelayanannya hanya di kisaran 24-25 persen. Kendati demikian, ia menilai, angka tersebut bisa terus tumbuh tinggi sejalan dengan perkembangan zaman. Bahkan, guna meningkatkan pelayanan dan memacu bisnis di e-commerce tidak ditampik diperlukan sebuah ekosistem.
“Artinya ada ide bagus. Dipakai bagus tapi belum menyebar secara merata,” tuturnya.
Sementara itu, Program Director Indef Berly Martawardaya menambahkan, TIK telah berperan besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia termasuk memacu bisnis industri di Tanah Air. Dalam hal ini, lanjutnya, Indonesia harus meningkatkan hak paten di sektor TIK karena peran sektor TIK cukup besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
“Terutama dengan peningkatan jumlah hak paten di sektor TIK. Jika hak paten sektor TIK naik satu persen, maka dapat memacu pertumbuhan PDB sekitar 0,234 persen,” pungkasnya.(ABD)

Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini