Indonesia Ketiga di Asia yang Siapkan Revolusi Industri

0
10

Ketua DPR Bambang Soesatyo saat menjadi pembicara dalam diskusi Revolusi Industri 4.0, Senin, 7 Mei 2018. Foto: Istimewa
Jakarta: Indonesia menjadi negara ketiga di Asia yang menyiapkan diri memasuki Revolusi Industri 4.0. Dua negara lainnya adalah India dan Thailand.
“Kita berada di gugus depan dalam opini Revolusi Industri 4.0 Jangan sia-siakan kesempatan ini,” kata Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) seperti dilansir Antara, Senin, 7 Mei 2018.
Bamsoet menyatakan hal itu saat menjadi pembicara dalam diskusi nasional Revolusi Industri 4.0 bertajuk ‘Tantangan Masa Depan Pekerja’ yang digelar Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI).
Sebagai sayap Partai Golkar, SOKSI diminta menjadi inkubator bagi anak bangsa menyukseskan
Revolusi Industri 4.0. “Bukan sebuah kebetulan juga jika pada Pemilu 2019 nanti Partai Golkar mendapatkan nomor urut 4,” kata politisi Golkar ini.
Ia optimistis keberhasilan mendayagunakan Revolusi Industri 4.0 akan membuat Indonesia menjadi 10 besar kekuatan ekonomi dunia pada 2030. Untuk itu, ia mengimbau peta jalan Making Indonesia 4.0 sebagai strategi menghadapi Revolusi Industri 4.0, harus dijalankan sungguh-sungguh dan konsisten.
“Jika kita konsisten menjalankan road map Making Indonesia 4.0, pertumbuhan ekonomi bisa melesat dari 5 persen ke 6 sampai 7 persen. Akan terbuka sekitar 10 juta lapangan pekerj
aan baru dan 25 persen lebih kontribusi manufaktur terhadap PDB. Saya optimistis pada 2030 Indonesia menjadi 10 besar kekuatan ekonomi dunia,” ujar dia.Bamsoet mengatakan Revolusi Industri 4.0 merupakan keniscayaan. Menurutnya, suka tidak suka, bangsa Indonesia sudah berada di dalamnya.
Ia menjelaskan dampak dari kemajuan teknologi informasi, khususnya digitalisasi dan robotisasi, akan terus mengubah kebiasaan orang-orang dalam menjalani kehidupannya.
“Siapa yang menyangka kini kita bisa membeli kebutuhan rumah tangga dan lainnya hanya lewat belanja online melalui handphone,” katanya.
Hadir dalam diskusi ini, Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, Mantan Menteri Tenaga Kerja Bomer Pasaribu, Dirjen Binapenta Kemenaker Maruli Arul Hasoloan serta Peneliti UGM Eric Hiariej.(UWA)
Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini