Harapan SBY di 20 Tahun Reformasi

0
3



Jakarta: Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) punya harapan besar pada peringatan 20 tahun reformasi Indonesia. Menurutnya, 2018 memiliki makna sejarah yang tinggi berkaitan dengan reformasi.

“Tahun 2018 ini memiliki makna sejarah yang tinggi. Tahun 1908 Kebangkitan Nasional. Tahun 1928 Sumpah Pemuda. Dan Tahun 1998 tonggak Reformasi,” kata SBY memulai kultwitnya di media sosial Twitter pada 15 jam lalu saat berita ini dianggit, Senin, 21 Mei 2018.

Terdapat 10 twit atau kicauan SBY memperingati 20 tahun reformasi. Isinya sebagian besar adalah peringatan terhadap generasi penerus.

“Jangan sampai generasi sekarang kurang rukun dan kurang bersatu. Berdosa kita kepada para pendahulu. Malu pula kepada generasi mendatang,” katanya.

Melalui semangat kebangkitan nasional 1908 atau 110 tahun lalu, SBY berharap Indonesia menjadi bangsa yang merdeka dan berdaulat. “Bebas dari belenggu para penjajah,” katanya.

Selanjutnya, melalui semangat Sumpah Pemuda 1928 atau 90 tahun lalu, SBY meminta pemuda Indonesia tetap bersatu walaupun identitasnya majemuk.

“Generasi sekarang dan mendatang bertugas untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju (developed country) di abad 21 ini,” demikian twit selanjutnya.

Dan melalui semangat dan agenda Reformasi 1998 atau 20 tahun lalu, SBY menekankan koreksi besar dan mendasar atas kehidupan bangsa yang kurang adil dan berimbang bagi rakyat.

“Kekuasaan tak boleh terlalu absolut agar kebebasan rakyat dan demokrasi hidup. Hukum tegak dan tak tebang pilih,” kata dia mencoba menyimpulkan.

Baca: Catatan 20 Tahun Reformasi Komnas Perempuan

Ekonomi pun harus adil dan menyejahterakan seluruh rakyat. “Dalam politik praktis, termasuk saat pemilu, negara (termasuk TNI, Polri, dan BIN) harus netral dan tak berpihak,” tulisnya.

Ia mengingatkan, jika generasi sekarang tak bisa menjalankan amanat reformasi, “bisa ada reformasi lagi di masa depan.”

“Jangan lupakan sejarah. Keledai tak tersandung batu yang sama. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, bukan keledai. Dan ingat sejarahnya,” kata SBY menutup kultwitnya.

Sebanyak 808 membagikan ulang kultwitnya yang terakhir. Dan ada 1.738 akun yang menggemakan kembali. Tercatat, ada 4.357 yang menyukai kultwit ketua umum Partai Demokrat ini.

Video: 20 Tahun Reformasi, Korupsi Masih Marak


(UWA)





Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini