Hamburg Berlakukan Larangan Mobil Diesel Generasi Lama | Lingkungan | DW

0
7


Larangan mobil diesel diberlakukan di dua bagian kota yang menunjukkan angka polusi udara tertinggi dan mulai berlaku tanggal 1 Juni 2018.

Kebijakan ini diberlakukan setelah keputusan Mahkamah Tata Usaha Jerman Bundesverwaltungsgericht, yang mengijinkan pemerintah kota memberlakukan larangan kendaraan. Hamburg adalah kota pertama di Jerman yang memberlakukan aturan semacam ini.

Sejak beberapa minggu pemerintahan kota menginformasikan kebijakan baru ini dan memasang tanda-tanda larangan (foto artikel). Polisi Hamburg mengatakan, mereka akan melakukan pemeriksaan secara berkala. Namun pelanggar larangan itu awalnya tidak akan langsung dikenakan sanksi, melainkan hanya mendapat peringatan. Setelah masa uji coba, pelanggar akan dikenakan denda setinggi 25 euro untuk kendaraan biasa dan 75 euro untuk truk.

Infografik Top 10 NO2 Städte Deutschland ENG

Kota dengan tingkat polusi udara tertinggi di Jerman

Kota lain segera menyusul?

Menteri Perhubungan Jerman Andreas Scheuer sebelumnya mengatakan, pemerintahan federal tidak setuju dengan larangan kendaraan. Karena tujuan jangka panjangnya adalah memungkinan mobiltas dan menjaga keseimbangan antara kepentingan warga dan kepentingan perlindungan lingkungan.

„Seharusnya tidak boleh larangan kendaraan bagi warga”, kata Andreas Scheuer. Karena mobilitas adalah fundamen ekonomi dan bagian dari hak kebebasan warga, tambahnya.

Pegiat lingkungan tidak setuju dengan pandangan Menteri Perhubungan dan mengusulkan agar pemerintah memperbaiki infrastruktur kereta api dan trem, terutama di sekitar kota-kota besar. “Untuk jangka menengah dan panjang, pengembangan jaringan lalu lintas rel adalah cara terbaik untuk menghindari larangan kendaraan”, kata Aliansi pro Kereta Api.

Partai Hijau Die Grünen memperkirakan, makin banyak kota yang akan mengikuti langkah Hamburg. „Hamburg menjadi pelopor, dan saya yakin kota-kota lain akan segera mengikuti”, kata politisi Die Grünen Cem Özdemir.

hp/rn (dpa, afp, rtr)

 





Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini