Fredrich Lempar Surat Penahanan Novanto

0
4



Jakarta: Terdakwa perkara merintangi penyidikan kasus korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (KTP-el), Fredrich Yunadi disebut sempat melempar surat penahanan untuk mantan kliennya, Setya Novanto. Kala itu, surat disampaikan di hadapan istri Novanto, Deisti Astriani Tagor, Fredrich dan beberapa penyidik KPK. 

Penyidik KPK Kompol Rizka Anungnata yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan dengan terdakwa Fredrich itu mengatakan, pihaknya selaku penyidik KPK memberitahukan kepada Fredrich selaku kuasa hukum Novanto terkait penangkapan terhadap kliennya. Ia kemudian memberikan surat penangkapan Novanto kepada Fredrich.



“Beliau baca tuh surat di tempat itu, dia (Fredrich) bilang enggak sah, melanggar HAM,” kata Rizka menirukan perkataan Fredrich, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin, 7 Mei 2018. 

Menurut pengakuan Rizka, Fredrich melempar surat penangkapan tersebut, “Dilempar ke atas tempat tidur Pak Setya Novanto,” imbuh Rizka. 

Baca: Fredrich Sempat Mengusir Penyidik KPK dari RS Medika

Rizka menilai, pelemparan surat penahanan tersebut termasuk upaya merintangi penyidikan, “Menurut saya itu merintangi. Bunyi pasalnya merintangi,” jelas Rizka. 

Tak hanya itu, Rizka juga menyebut Fredrich sempat meminta perawat yang berjaga di lantai 3 RS Medika untuk mengusir penyidik KPK. Fredrich menganggap keberadaan penyidik menganggu Novanto yang tengah dirawat pascakecelakaan. 

“Pada saat menjelang tengah malam. beliau panggil perawat. ‘Coba ini petugas KPK ini disuruh keluar’. Perawat menyampaikan kepada kami, ‘Pak tolong ini bapak keluar dari ruangan,” kata Rizka menirukan perkataan perawat. 

Baca: Fredrich Tolak Saksi JPU

Fredrich Yunadi ditetapkan sebagai tersangka merintangi penyidikan kasus dugaan korupsi proyek KTP-el yang menjerat Setya Novanto. Bekas kuasa hukum Novanto itu diduga memanipulasi data medis kliennya dan mengatur RS Medika Permata Hijau untuk menghindari pemeriksaan KPK pada pertengahan November 2017.

Atas perbuatannya, Fredrich dijerat dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(DMR)





Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini