Elektabilitas Jokowi Merosot Gara-gara Harga Listr

0
6



Jakarta: Pakar Ekonomi Politik dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamudin Daeng menilai elektabilitas petahana Joko Widodo melorot lantaran meningkatnya harga listrik dan bahan bakar minyak (BBM). Dalam survei yang dirilis ‎Indonesia Network Election Survei (INES), Jokowi hanya mendapat suara 27,7 persen. 

Salamudin menuturkan ‎peningkatan harga BBM dan listrik diakibatkan anggaran subsidi yang dicabut oleh pemerintah. Subsidi dialihkan ke pembayaran hutang luar negeri. 



‎”Tapi yang meningkatnya dua sektor (BBM dan listrik), itu yang menggerus elektabilitas dari Jokowi saat ini. Isu hutang tidak terlalu banyak ditanggapi masyarakat,” kata Salamudin dalam pemaparan hasil survei di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 6 Mei 2018.

Salamudin menyebut, jika suami Iriana ini ingin merebut kembali tahta orang nomor satu di Indonesia, maka Jokowi harus kembali ke konsep awal. Yakni menjadi orang sederhana, dengan gaya blusukan dan sebagainya.

(Baca juga: Survei INES: Prabowo Unggul dari Jokowi)

Dia bilang Jokowi harus kembali sebagai orang lapar, sama seperti masyarakat. “Jangan menunjukkan dia hebat. Sedangkan fakta di lapangan itu kontras sekali,” tutur dia.

Salamudin menilai saat ini Jokowi tidak lagi sederhana. Sehingga tidak mengetahui penderitaan masyarakat yang kelaparan di Indonesia. 

Padahal, mantan Gubernur DKI Jakarta itu memenangkan kursi Presiden 2014 dengan figur yang sederhana. “Jokowi menang, karena figur sederhana melekat pada dirinya. Itu yang jadi penilaian masyarakat‎,” tutur dia.

Figur sederhana, lanjut dia, merupakan kunci utama bagi kubu petahana dalam memenangkan kembali Pilpres 2019. “Pilpres sebelumnya bisa menang karena itu. Karena tidak sederhana lagi, Jokowi sulit kembali menang,” tukas dia.

‎Indonesia Network Election Survei (INES) merilis elektabilitas calon presiden 2019 yang selama ini kuat diperbincangkan publik. Hasil survei menunjukkan, Prabowo Subianto lebih banyak dipilih dari petahana Joko Widodo. Prabowo dipilih 50,2 persen sementara Jokowi dipilih 27,7 persen.

(REN)





Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini