Ekonom: Suku Bunga Rendah Sudah tak Berlaku

0
12



Ilustrasi Bank Indonesia. (FOTO: MI/Panca Syurkani)


Jakarta: Pemerintah dinilai sudah saatnya menaikkan suku bunga acuan untuk meminimalisir gejolak rupiah yang semakin terpuruk.

Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Universitas Gadjah Mada Tony Prasetiantono mengatakan Bank Indonesia (BI) dapat menaikkan suku bunga hingga 50 basis poin (bps).



“BI harus cepat menaikkan suku bunga 25 sampai 50 bps. BI pun harus aware suku bunga rendah sudah tidak berlaku saat ini,” ujarnya di Hotel Milenium Kebon Sirih, Jakarta, Rabu, 9 Mei 2018.

Ia menilai angka sebesar 25 bps, lantaran jika mematok langsung kenaikan 50 poin dikhawatirkan akan mengalami efek kepanikan psikologis. “Di angka 25 bps dulu saja, baru kita evaluasi,” tambahnya.

Ia menambahkan meski dengan menaikkan suku bunga, belum tentu dapat langsung menstabilkan pergerakan rupiah. Namun demikian dapat mengurangi beban cadangan devisa yang saat ini sekitar USD126 miliar.

“Jadi menurut saya sayang kalau kita terlalu banyak menghamburkan cadangan devisa, padahal Februari mencapai USD138 miliar. Jadi ini penurunan siginifikan,” pungkasnya.

Lebih lanjut pihaknya berharap nilai tukar rupiah dapat dibawa Rp14 ribu per USD, para pemilik modal saat ini sedang menunggu kondisi rupiah karena Indonesia masih menjadi lokasi invetasi yang menarik.

“Pemilik modal kalau lari dari Indonesia mau ke mana? Mau Amerika harganya jatuh, ke Argentina berantakan. Mereka akan kembali tapi memang perlu waktu,” tutupnya.

 

(AHL)










Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini