Dukungan Uni Eropa untuk Kesepakatan Iran Dinilai …

0
3



Teheran: Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan upaya Uni Eropa (UE) untuk melindungi kepentingan Iran dari kesepakatan nuklir 2015 setelah penarikan Amerika Serikat (AS) tidak cukup. Langkah atau dukungan dari UE menjadi penting yang salah satunya bisa menjaga stabilitas harga minyak dunia.

“Dengan penarikan Amerika maka dukungan politik Eropa untuk perjanjian itu tidak cukup,” kata Komisioner Uni Eropa untuk Energi dan Iklim Zarif Miguel Arias Canete, selama pertemuan di Teheran, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 26 Mei 2018.



Para pemimpin Eropa telah berebut untuk menyelamatkan kesepakatan setelah Pemerintahan Donald Trump mengumumkan penarikannya pada 8 Mei. Secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) di mana perjanjian itu juga ditandatangani oleh Prancis, Jerman, Inggris, Rusia, dan Tiongkok.

Adapun penarikan diri AS dari kesepakatan Iran juga seiring pengenaan kembali sanksi ekonomi terhadap Iran sebagai ganti pembatasan untuk program nuklirnya. Terlepas dari ketidaksetujuan luas para penandatangan dengan keputusan Gedung Putih, namun pengenaan sanksi AS terhadap Iran tetap menjadi tantangan yang besar.

Departemen Keuangan AS akan memberlakukan kembali sanksi setelah periode pemutusan 90 hari atau 180 hari, tergantung pada sektor tersebut dengan sanksi yang sangat signifikan yang menargetkan industri minyak Iran dan transaksi dengan bank sentralnya.

Perusahaan Eropa dengan investasi atau rencana yang signifikan di Iran sekarang menyarankan penarikan karena takut menghadapi hukuman AS, termasuk raksasa minyak Prancis yakni Total dan pabrikan mobil Peugeot, yang menyatakan bahwa mereka akan menarik aktivitas mereka dari negara itu jika mereka tidak dapat memperoleh keringanan sanksi dari AS.

“Pengumuman penarikan oleh perusahaan-perusahaan besar Eropa dari kerja sama mereka dengan Iran tidak konsisten dengan komitmen Uni Eropa untuk melaksanakan kesepakatan nuklir,” pungkas Zarif.

 

(ABD)










Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini