DPR Minta OJK Investigasi AJB Bumiputera 1912

0
4



Jakarta: Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan investigasi secara mendalam terkait permasalah keuangan yang dialami oleh Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912. Hal tersebut disampaikan oleh Mukhamad Misbakhun dalam rapat kerja Komisi XI. Pihaknya menjelaskan investigasi untuk mengetahui missmatch yang terjadi.

“Sekarang mulai masuk surat berharga sepekulatif dan masuk surat berharga yang tidak dalam performa. Saya sampaikan tim investigasi mencari penyebab awal, supaya tidak tidak terulang kembali,” ujarnya di Gedung DPR Komisi XI, Jakarta, Rabu, 23 Mei 2018.

Ia menambahkan masyarakat membutuhkan rasa aman serta keterjaminan ketika berasuransi. Dia berharap OJK dapat menghilangkan kepentingan yang tidak berpihak terhadap pemegang polis. 

“Ini menjadi aset bangsa, tanggung jawab kita bersama untuk menjaga legacy ini,” tambahnya 

Senada dengan itu, Potisi NasDem Jhony G Plate menginginkan OJK dapat meneliti secara mendalam dalam periode yang panjang, apa penyebab dasar persoalan yang dihadapi oleh AJB. “Dengan mengetahui penyebab dasar OJK dapat menangkal agar hal yang sama tidak terjadi lagi” imbuhnya 

Selain itu, anggota fraksi NasDem tersebut menginginkan OJK untuk tidak hanya melakukan optimalisasi penerimaan premi dari produksi baru dan bekerjasama dengan Bank sebagai bisnis baru, tapi juga dapat melakukan kerja sama baru yang menguntungkan terutama pada aset tanah, karena itu modal utama yang dimiliki AJBB.

“Tata kelola aset yang nilai tinggi ini yang perlu fokus. Jadi tidak saja rutinitas yang tadi tapi aktifitas optimalisaisi tanah melalui kerja sama perusahaan lahan yang diperhatikan direksi,” tutur Jhony.

Menanggapai hal tersebut Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menjelaskan, pihaknya mendukung pengolahan aset secara maksimal. Dia menjelaskan saat ini banyak fake aset yang pengolahannya belum optimal.

“Kami yakin AJB ini belum ahli betul dalam fake aset. Kami meminta dukungan dengan arahan untuk bisa bekerjasama dengan pihak-pihak yang bisa mengoptimalkan aset – asest ini sehingga bisa memberikan kontribusi maskimal,” pungkasnya

Sebelumnya, AJB Bumiputera mengalami permasalahan keuangan sehingga kesulitan untuk membayar polis asuransi nasabah. Dalam menyehatkan AJB Bumiputera, OJK membentuk pengelola statuter untuk mengambil alih kegiatan bisnis perseroan. 

Dalam program penyehatan atau restrukturisasi tersebut, pengelola statuter mendatangkan investor PT Evergreen Invesco Tbk dengan suntikan modal Rp2 triliun untuk kemudaian mendirikan PT Asuransi Jiwa Bumiputera (AJ Bumiputera).

Namun baru setahun berjalan, kemitraan tersebut dibatalkan. AJB Bumiputera telah menandatangani akte pembatalan perjanjian dengan Evergreen pada 10 Januari 2018 lalu. Dengan pembatalan ini, AJB Bumiputera wajib mengembalikan suntikan modal yang baru dialirkan Rp536 miliar. 


(SAW)





Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini