Desakan Mundur Kakor Brimob Disebut tak Relevan

0
10



Jakarta: Desakan penggantian Kepala Korps (Kakor) Brimob Irjen Rudy Sufahriadi mencuat usai kerusuhan di Rutan Cabang Salemba Markas Komando Brimob, di Depok, Jawa Barat, pada 8-10 Mei lalu. Namun, Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni menyatakan desakan itu tak relevan.

“Kerusuhan napiter (narapidana teroris) di Rutan Brimob tak lantas menjadi tanggung jawab Kakor Brimob karena perkara terorisme tak hanya melibatkan Polri,” kata Sahroni, melalui keterangan tertulis, Jumat, 18 Mei 2018.



Menurutnya, persoalan terorisme harus dihadapi bersama, bukan hanya tanggung jawab Brimob. Usai kerusuhan di Rutan Brimob evaluasi telah digaungkan Ketua DPR Bambang Soesatyo. Salah satu yang menjadi penekanan adalah pengamanan ekstra untuk napiter.

“Pemerintah dan DPR juga telah sepakat mengebut rampungnya Revisi UU Terorisme (UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme) untuk menangkal dan memberantas pergerakan teroris di Indonesia,” kata politisi Partai NasDem ini.

Dalam kesempatan yang sama Sahroni menuturkan, meski berada di dalam Mako Brimob, namun pengamanan tetap berada di ranah Badan Reserse Kriminal (Bareskrim).

“Saya tegaskan bahwa persoalan terorisme bukan hanya melibatkan Polri, tapi semua unsur baik TNI hingga elemen pemerintah dan masyarakat,” kata dia.

Baca: Bom Surabaya Bentuk Respons Kerusuhan Mako Brimob

Sebelumnya, mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli mengkritik sikap Kepala Korps (Kakor) Brimob Irjen Rudy Sufahriadi yang tak mengundurkan diri usai kerusuhan di Mako Brimob. Rizal menilai kepala Korps Brimob harus mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab.

“Aneh ya kejadian sebesar itu di Mako Brimob. Kepala Brimobnya tidak mengundurkan diri,” kata Rizal.

Rizal membandingkan sikap Kakor Brimob yang seharusnya mengikuti langkah pejabat di luar negeri yang menggundurkan diri saat terjadi persoalan.

Terkait hal ini Sahroni menekankan pemberantasan terorisme di Indonesia justru dinilai bagus oleh dunia internasional.

“Jangan lantas membandingkan apa yang terjadi di Indonesia dengan luar negeri. Penting diingat Indonesia termasuk diakui dalam pemberantasan terorisme,” kata dia.

(UWA)





Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini