Demokrat tak akan Lindungi Kader Terlibat Korupsi

0
7



Jakarta: Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsudin menegaskan pihaknya tak akan memberikan perlindungan bila ada kader yang terjerat kasus korupsi. Sikap tegas dengan melakukan pemecatan bakal diberikan. 

“Dari zaman dulu sudah tau kan, sikap partai Demokrat tidak akan pernah melindungi kader-kader yang tentunya terlibat hal-hal yang tidak benar,” ujar Didi ditemui usai acara diskusi di Gado-gado Boplo, Jakarta, Sabtu, 5 Mei 2018. 



Didi tak mau berspekulasi lebih jauh ihwal operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menangkap seorang anggota DPR Komisi XI. Partai berlambang logo mercy ini terlebih dahulu bakal menunggu hasil resmi yang disampaikan pihak KPK. 

“Insya Allah secepatnya kami dari DPP akan segera menjelaskan hal ini karena kami harus cari tahu dulu,” ucapnya. 

Baca: Partai Demokrat Cari Informasi Kabar Penangkapan Kader

Hal serupa juga disampaikan Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon. Ia belum bisa meyakini anggota DPR berinisial AS yang ditangkap KPK itu merupakan kader Partai Demokrat. 

“Kalau benar dia, partai akan segera memberi sanksi pemecatan kepada yang bersangkutan. Kami mengucapkan terimakasih kepada KPK karena telah ikut membantu membersihkan partai kami ini dari benalu benalu korupsi agar kedepan kami berbenah terus lebih baik lagi,” ungkapnya. 

KPK masih melakukan pemeriksaan instensif usai menahan sembilan orang pada Jumat, 4 Mei 2018 malam. Operasi senyap telah dilakukan terhadap Anggota DPR RI dan sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta pihak swasta.  

Anggota DPR itu diketahui berkecimpung di Komisi XI terutama bidang anggaran. Selain melakukan penahanan, KPK juga menyita duit ratusan juta rupiah. 

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, duit itu bakal didalami ihwal dugaan korupsi dari pemberian pada penyelenggara negara terkait dengan usulan anggaran dari daerah agar masuk APBNP 2018. Identitas para terduga itu bakal disampaikan secara resmi oleh pimpinan KPK sore nanti. 

(YDH)








Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini