CIPS: Tingkatkan kapasitas petani garam untuk penuhi kualitas industri – Ekonomi Terkini

0
6


Seharusnya potensi peningkatan pendapatan petani melalui garam industri bisa segera ditanggapi secepat mungkin

Jakarta (-) – Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Galuh Octania menginginkan kapasitas para petani garam di berbagai daerah dapat benar-benar ditingkatkan agar produk garam yang dihasilkan juga dapat memenuhi kualitas dan kebutuhan industri.

“Pemerintah sebaiknya mengupayakan berbagai kegiatan untuk peningkatan kapasitas produksi petani garam. Dengan adanya peningkatan kapasitas petani, diharapkan ke depannya hasil produksi garam lokal juga bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan industri, sehingga pasar mereka semakin luas dan tidak hanya untuk garam konsumsi saja,” kata Galuh di Jakarta, Senin.

Galuh mengingatkan bahwa selama ini kebutuhan garam industri dipenuhi melalui impor, yang tidak lepas dari belum mampunya para petani garam lokal untuk memenuhi kebutuhan industri.

Selain itu, ujar dia, harga garam lokal juga relatif lebih mahal dari garam impor dan kualitasnya juga masih berada di bawah garam impor. “Garam industri harus memenuhi ketentuan tertentu yang dibutuhkan industri,” katanya.

Untuk itu, Galuh mengemukakan bahwa berbagai kegiatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kapasitas petani – lain adalah mengenalkan teknologi bercocok tanam secara teori maupun praktek, pelibatan iptek dan membuka kesempatan kepada para petani untuk belajar langsung ke negara-negara produsen garam besar di dunia.

Ia juga menyebutkan pemerintah seharusnya bisa memaksimalkan peran penyuluh pertanian supaya mereka bisa memberikan pendampingan kepada para petani garam

“Seharusnya potensi peningkatan pendapatan petani melalui garam industri bisa segera ditanggapi secepat mungkin. Memperluas lahan tambak garam tidak akan sepenuhnya efektif tanpa adanya peningkatan keterampilan produksi petaninya,” ucapnya.

Baca juga: Industri makanan-minuman kekurangan pasokan garam industri

 

Petani Garam Bergairah Harga Rp 7.000 Tertinggi Dalam 20 Tahun

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © – 2019





Source link

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini