Cara Menyelamatkan Diri dari Riptide

0
6


Riptide (yang kalau diartikan secara harafiah berarti gelombang pecah) sebenarnya tidak ada hubungannya dengan gelombang, dan profesional cenderung memilih istilah “arus pecah” (rip current). Arus ini adalah aliran air yang panjang dan sempit dalam jumlah besar dan dapat menarik perenang menjauh dari pantai mendekati laut hanya dalam beberapa detik. Arus pecah sangat berbahaya dan Anda perlu mengetahui cara mengidentifikasi dan menjauhinya. Namun, jika Anda terperangkap arus pecah, respons yang tepat akan membantu Anda bisa kembali ke pantai dengan selamat.

Langkah

  1. 1

  2. 2

    Keluar dari air dangkal jika merasakan arus pecah. Jika Anda merasakan tarikan kuat di air dangkal, segera keluar. Apabila Anda sudah terseret air sampai setinggi dada, arus pecah akan sulit untuk dilawan. [2] Jika air masih setinggi panggul atau kurang, Anda bisa berjalan menuju pantai (atau menyamping menjauhi arus) kalau mampu berpijak dengan kuat.
  3. 3

  4. 4

  5. 5

    Berenang secara sejajar menuju pantai untuk kabur dari arus. Kebanyakan arus pecah lebarnya kurang dari 9 meter, walaupun ada yang bisa mencapai 30,5-61 meter.[5] Alih-alih mencoba berenang melawan arus yang lebih kuat dari Anda, sebaiknya berenang secara sejajar menuju pantai untuk keluar jalur arus. Arus pecah akan membawa Anda semakin jauh dari pantai, tetapi jangan panik. Cara ini tidak 100% ampuh, tetapi cukup efektif bagi perenang kuat. Kalau memungkinkan, perhatikan gejala-gejala berikut sebelum memilih arah:

    • Arus sepanjang pantai (longshore current), yaitu arus normal yang bergerak sejajar menuju pantai, sering kali cukup kuat untuk mendorong Anda kembali ke arus pecah, kalau mencoba berenang melawannya. Periksa arah arus sepanjang pantai terlebih dahulu dengan bertanya kepada penjaga pantai atau memantau sudut gelombang di pantai. [6]
    • Arus pecah sering kali terbentuk di sekitar dermaga dan struktur lainnya yang tegak lurus dengan pantai. Jika Anda berada di dekat struktur ini, berenanglah menjauhinya.
    • Berenanglah menuju pecahan gelombang terdekat. Pecahan gelombang ini menandakan tepian arus pecah.
  6. 6

    Hemat tenaga jika diperlukan. Jika Anda tidak mengalami kemajuan dengan berenang, atau sudah merasa lelah, hemat energi Anda. Mengambanglah secara telentang atau berjalan di dalam air alih-alih melawan arus. Ketika Anda sudah melewati pecahan gelombang, arus pecah akan melambat dan menyebar ke berbagai arah sehingga melemah. [7] Jika Anda tidak memiliki energi untuk kembali ke pantai, terus mengambang dan relaks sampai siap kembali memulai. Teruskan memberi isyarat minta bantuan jika ada orang di pantai.

    • Kebanyakan arus pecah akan mereda dan melemah tidak lama setelah pecahan gelombang. Dalam kasus ekstrem, arus pecah dapat memanjang sampai 305 meter dari lepas pantai.[8]
    • Penelitian menunjukkan bahwa banyak arus pecah yang pada akhirnya berputar kembali ke pantai jika Anda bisa mengapung selama beberapa menit. Kesimpulan ini masih kontroversial, tetapi bisa dicoba jika Anda perenang lemah. [9]
  7. 7

    Berenanglah secara diagonal menuju pantai. Setelah Anda keluar dari arus, entah dengan berenang menyamping atau dibawa arus sampai ke ujung, berenanglah menuju pantai. Berenanglah secara diagonal menjauhi arus pecah untuk meminimalkan peluang terseret arus pecah kembali. Mungkin Anda terbawa cukup jauh dari pantai sehingga perlu berhenti dan mengambang sesekali jika butuh istirahat.

Tips

Peringatan

  • Jangan pernah berenang melawan arus. Arus selalu lebih kuat dari Anda, dan akan membuat Anda lelah dan berujung tenggelam.
  • Sebagian arus pecah mengalir sejajar dengan pantai alih-alih menuju laut. Perhatikan pantai dengan saksama untuk mengetahui arah aliran arus.
  • Kalau memungkinkan, menjauhlah dari arus pecah. Perhatikan semua gejala dan tanda peringatan bahaya. Ketika bepergian, selalu pastikan ada orang lain yang berenang bersama Anda di pantai. Kalau tidak, mungkin pantai tersebut berbahaya sehingga tidak dikunjungi penduduk lokal.
  • Walaupun arus berputar kembali ke pantai, Anda bisa “terlempar” ke lautan, atau memerangkap Anda sampai beberapa putaran. [10] Jika Anda memilih untuk menunggu dan mengapung, bersiaplah untuk keluar arus ketika sudah di dekat pantai. Dapatkan kembali pijakan ketika sampai di air dangkal.


Info Artikel

Halaman ini telah diakses sebanyak 25 kali.

Apakah artikel ini akurat?


 



Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini