BPIP: Indonesia Alami Defisit Ideologi Pancasila

0
11



Deputi Badan Pembina Ideologi Pancasila Sonny Suharsono. MI/Barry Fatahilah.


Jakarta: Dua dekade setelah Reformasi, ideologi Pancasila semakin ditantang. Hal ini terbukti dari banyaknya peristiwa yang tak mencerminkan nilai-nilai yang terkandung dalam butir Pancasila. 

Deputi Badan Pembina Ideologi Pancasila Sonny Suharsono mengatakan pengetahuan masyarakat terhadap Pancasila semakin berkurang. Beberapa mata pelajaran yang berkaitan dengan Pancasila bahkan hilang dari kurikulum sekolah.



“Sejak reformasi Indonesia mengalami diskontinuitas. Banyak mata pelajaran yang berkaitan dihapus. Maka tidak heran kalau banyak yang tidak hafal Pancasila dan Indonesia Raya,” kata Sonny di gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Jakarta Pusat, Sabtu, 2 Juni 2018.

Kondisi ini diperparah dengan ruang-ruang publik yang tidak mendidik. Konten media sosial yang lebih banyak menjelekkan orang lain. 

“Sangat bisa dipahami kalau akhirnya mengalami kekosongan ideologi Pancasila. Baik secara afektif maupun kognitif,” ungkap Sonny.

Sonny meminta agar ruang publik diisi dengan kebhinekaan dan hal yang membanggakan. Bukan sebaliknya, diisi dengan hal yang merendahkan negeri sendiri.

“Peran keluarga juga sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila. Jangan hanya berfikir memenuhi kebutuhan ekonominya sehingga kebersamaan untuk mentransfer ilmu ke anak mengalami penurunan,” pungkas dia.

(DRI)








Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini