BNPT: Deradikalisasi di Lapas tak Jamin Sadarkan Napiter

0
4
JAKARTA, TERKINI.COM- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius mengaku program deradikalisasi tak sepenuhnya bisa menyadarkan narapidana terorisme. Ia bilang program deradikalisasi harus dilakukan berkesinambungan.
“Yang kita hadapi ini adalah ideologi, tidak bisa serta merta, orang menjadi radikal itu butuh waktu yang lama, orang ditahan cuma 2-3 tahun kemudian bisa berubah, no! tidak bisa langsung berubah,” kata Suhardi saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 30 Mei 2018.
Sebagai contoh gembong teroris nomor wahid saat ini Aman Abdurrahman. Pelaku bom Thamrin itu sama sekali tak kooperatif kepada petugas bahkan tokoh agama.
“Kami datangkan ulama dari luar negeri yang menjadi acuan rujukan tidak mau terima. Ini kan program sukarela. Kita mesti memperhatikan HAM. Kami mencoba sentuh psikolog dan ulama tapi tidak mau terima yang keras-keras ini,” jelas dia.
Bahkan di beberapa lapas yang dihuni napi terorisme, petugas mengeluh dan khawatir para napi ini menularkan paham radikalnya kepada napi pidana lainnya. Termasuk mempengaruhi sipir.
“Mereka juga bisa menginfiltasi para napi yang bukan teroris juga pada sipir-sipirnya. Itu yang dikeluhkan dari dirjen lapasnya,” ucap Suhardi.
Menurut dia, program deradikalisasi tidak cukup di dalam lapas. Bukan saja kepada narapidana yang bersangkutan tetapi juga menyasar ke keluarganya. Keluarga dinilai paling rentan terpapar paham radikal.
“Kami menerapkan program deradikalisasi di dalam dan luar lapas termasuk keluarganya. Itu kan keluarganya juga radikal tapi dia tidak berbuat. Program ini kami terapkan terus saat di dalam dan pascanya,” tutur dia.
Tercatat saat ini ada ada 325 mantan napiter yang sudah menjalankan program deradikalisasi. Keseluruhannya berhasil disadarkan bahkan beberapa di antaranya yang telah bebas membantu BNPT mengkampanyekan bahaya radikalisme.
“Alhamdulilah tidak ada satupun yang mengulangi perbuatannya lagi. Saat ini sudah Ada 128 mantan napiter yang ikut sama kami sebagai narasumber,” pungkas Suhardi.(SCI/MetroTV)

 

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini