BKSDA Ragu Petani Karet di Muratara Tewas Diterkam Harimau

0
13



Merdeka.com – Kematian seorang petani karet, Asia Juminten (61) yang ditemukan dengan kondisi tubuh luka cakaran beberapa hari lalu masih misterius. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) pun meragukan penyebabnya karena diterkam harimau.

Kepala BKSDA Sumsel Genman Hasibuan mengungkapkan, petugasnya telah melakukan penyelidikan di sekitar lokasi penemuan mayat untuk mencari jejak harimau. Hasilnya tidak ditemukan petunjuk apapun yang mengarah adanya raja hujan itu.

“Kami belum menemukan jejak atau tanda-tanda keberadaan harimau di lokasi tersebut,” ungkap Genman, Kamis (20/6).

Justru, kata dia, timnya hanya menemukan banyak jejak satwa lain, seperti babi hutan. Dikatakannya, babi hutan adalah salah satu makanan harimau.

“Biasanya kalau babi banyak di lokasi, maka predatornya (harimau) tidak ada,” terangnya.

Tim juga kesulitan menyimpulkan fakta atas dugaan korban diterkam harimau. Hal ini disebabkan tidak ada autopsi penyebab kematian korban dan tak satu pun warga menyaksikan kejadian.

“Korban sudah dimakamkan sehingga kami tidak sempat melihatnya (luka). Kalau foto yang beredar kami juga sulit mengkonfirmasinya,” kata dia.

Kepala BKSDA Wilayah II Lahat, Sumsel, Martialis Puspito menambahkan, ada beberapa kejanggalan yang ditemukan dalam kasus ini. Biasanya, setelah menyerang mangsanya, harimau tidak bakal pergi jauh dari lokasi. Selain itu jasad korban terlihat masih bersih dan tidak menunjukkan tanda-tanda diserang harimau seperti tidak ada bagian tubuh yang hilang.

“Hanya bagian leher ke atas saya ada lukanya, sedangkan di bagian tubuh lain atau kaki tidak ada bekas cakaran atau gigitan,” terangnya.

Dia mengatakan, jarak TKP dengan habibat harimau di Taman Nasional Kerinci Seblat terbilang sangat jauh. Berdasarkan fakta, sejak 1982 tidak ada konflik manusia dan harimau di kampung itu atau sekitarnya.

“Juga harimau biasanya menyerang di semak-semak, sangat jarang di perkebunan karet. Kalaupun ada konflik, biasanya berdekatan dengan habibatnya,” kata dia.

“Kami juga tidak menemukan tanda-tanda korban diserang beruang madu walaupun beberapa tahun terakhir ada konflik di Muratara,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Asia Juminten ditemukan tewas diduga diterkam harimau di tengah kebun karet tak jauh dari kampungnya di Desa Sungai Jernih, Kecamatan Rupit, Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Senin (17/6) malam. Warga menemukan korban dengan posisi terlentang dan tubuhnya penuh luka robek di kepala, leher patah, lengan, bahu, dan mata kiri pecah. Sepanjang sekitar delapan meter terdapat ceceran darah yang diduga korban diseret binatang buas.

Kapolres Musi Rawas AKBP Suhendro mengatakan, korban tewas diduga akibat serangan harimau. Hal ini dibuktikan dengan bekas cakaran di tubuhnya dan korban terseret di oleh binatang buas itu di TKP.

“Dugaan kuat korban tewas karena diterkam harimau,” ungkap Suhendro, Selasa (18/6). [cob]





Source link

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini