BI: Permintaan Domestik Topang Pertumbuhan Ekonomi

0
8



Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2018 tetap kuat didukung permintaan domestik. Pertumbuhan PDB kuartal I 2018 tercatat 5,06 persen (yoy).

Permintaan domestik termasuk inventori tumbuh 6,07 persen, sementara permintaan domestik tanpa memperhitungkan inventori, tumbuh 5,86 persen. Keduanya meningkat dari pertumbuhan pada kuartal IV-2017.



“Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2018 merupakan capaian tertinggi di pola musiman kuartal I sejak 2015,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 7 Mei 2018.

Permintaan domestik yang meningkat didukung oleh investasi yang naik dan konsumsi swasta yang tetap kuat. Investasi tumbuh tinggi sebesar 7,95 persen sehingga merupakan capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Pertumbuhan investasi didorong investasi nonbangunan yang tumbuh 13,56 persen sejalan dengan berlanjutnya akselerasi investasi untuk mendukung proses produksi. Investasi bangunan tumbuh 6,16 persen didorong oleh proyek infrastruktur Pemerintah.

Konsumsi swasta terutama didorong oleh meningkatnya belanja terkait penyelenggaraan Pilkada. Kuatnya permintaan domestik kemudian mendorong pertumbuhan impor yang cukup tinggi yakni 12,75 persen (yoy), khususnya bersumber dari impor barang modal dan bahan baku.

Sementara itu, ekspor tetap tumbuh kuat yakni sebesar 6,17 persen (yoy), meskipun melambat dibandingkan dengan pertumbuhan kuartal sebelumnya.

Dari sisi lapangan usaha (LU), pertumbuhan ekonomi kuartal I-2018 ditopang struktur pertumbuhan yang lebih merata dengan kontribusi utama dari LU Industri Pengolahan, LU Perdagangan, LU Informasi dan Komunikasi, LU Pertanian serta LU Transportasi dan Pergudangan.

Pertumbuhan industri pengolahan membaik dari 4,46 persen (yoy) pada kuartal IV-2017 menjadi 4,50 persen (yoy) dengan dorongan permintaan ekspor dan domestik termasuk dalam mengantisipasi permintaan musiman menjelang seasonal Lebaran.

“Secara spasial, perbaikan kinerja ekonomi terjadi di wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara serta Maluku dan Papua,” jelas dia.

BI memprakirakan pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut terutama ditopang investasi yang tumbuh tinggi. Prakiraan ini ditopang oleh daya saing dan iklim investasi yang membaik, stabilitas makroekonomi yang terjaga, serta belanja pemerintah dan belanja lembaga nonprofit rumah tangga yang tetap kuat.

“Pemulihan ekonomi juga didukung oleh struktur lapangan usaha yang membaik sehingga menjadi landasan berlanjutnya proses pemulihan ekonomi ke depan,” pungkasnya.

(AHL)





Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini