BI Jelaskan Faktor Rupiah Masih Melemah

0
10



Ilustrasi. (Foto: Antara/Akbar Nugroho).


Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyebutkan tekanan terhadap rupiah dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal. Padahal bank sentral telah melakukan berbagai upaya demi menstabilkan rupiah, termasuk menaikkan suku bunga acuan menjadi 4,5 persen.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan perkembangan ekonomi Amerika Serikat (AS) menjadi alasan utama pelemahan rupiah. Bank sentral AS, the Federal Reserve (The Fed), diperkirakan lebih agresif dengan tiga kali lagi menaikkan suku bunga.



“Sejak April memang pasar sudah berekspektasi akan ada kenaikan bunga The Fed. Tapi berdampak ke dunia termasuk rupiah,” kata Agus ditemui di kompleks perkantoran BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, 18 Mei 2018.

Tak hanya itu, pelemahan rupiah juga dipengaruhi oleh kondisi dalam negeri. Apalagi neraca perdagangan Indonesia mencatatkan defisit sebesar USD1,63 miliar karena meningkatnya impor menjelang bulan puasa dan Lebaran.

“Neraca perdagangan memang defisit, tapi bulan lalu masih surplus sekitar USD1 miliar. Ini sudah kami koordinasikan dengan pemerintah dan akan segera ditindaklanjuti,” lanjut dia.

Dirinya menambahkan, faktor keamanan yang tengah menjadi sorotan juga menjadi alasan lain mengapa rupiah masih melemah. Aksi teror yang terjadi di sejumlah wilayah sedikit mempengaruhi stabilitas sistem keuangan.

“Kita prihatin dengan kejadian bom itu, umumnya kondisi ini tidak berpengaruh ke stabilitas tapi kita juga tidak bisa menghindari jika ada sedikit dampak karena kejadiannya beruntun. Kami sambut baik upaya pemerintah untuk menangani ini,” pungkasnya.

 

(AHL)










Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini