BI: Gejolak Rupiah tak Separah 2013 dan 2015

0
4



Jakarta: Pergerakan nilai tukar rupiah saat ini telah menembus level Rp14.000 per USD. Bank Indonesia (BI) menyatakan gejolak yang terjadi pada nilai tukar rupiah ini masih lebih baik ketimbang 2013 dan 2015.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan tekanan yang terjadi pada kurs saat ini dikarenakan oleh rencana kenaikan suku bunga Amerika Serikat. Hal ini membuat pergerakan modal di seluruh dunia beralih ke Negeri Paman Sam.



“Menurut BI, perubahan pergerakan modal di dunia ini volatilitasnya tidak seperti 2013 dan 2015,” kata Mirza ditemui di Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa 8 Mei 2018.

Mirza menjelaskan, pertama kalinya bank sentral AS menyatakan akan menaikkan suku bunga (Fed rate) pada 2013. Kemudian kenaikan tersebut baru terjadi di 2015. Dua momentum tersebut membuat volatilitas nilai tukar menjadi cukup tinggi.

Namun volatilitas yang terjadi saat ini bersifat sementara. Hal ini juga dialami oleh berbagai negara seperti Filipina, India, Turki, Brazil, serta negara-negara maju seperti Swedia, Norwegia, Australia yang tersandera pelemahan kurs.

Dia bilang, negara-negara dengan nilai ekspor impor barang dan jasa yang defisit memiliki kecenderungan pelemahan kurs. Namun hal tersebut tak perlu dikhawatirkan sebab posisi Indonesia masih tetap prudent meski mengalami defisit neraca barang dan jasa.

“Tahun lalu 1,7 persen terhadap PDB, tahun ini 2,2-2,3 persen dari PDB itu masih sangat prudent, itu disebabkan oleh kenaikan impor, namun kenaikan impor mengirimkan kesan positif karena yang naik itu impor barang modal, barang mentah yang dibutuhkan untuk produksi,” ujar dia.

Kenaikan tersebut, lanjut Mirza menjadi gambaran bahwa kegiatan investasi mengalami peningkatan dan dampak positifnya tentu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan data Bloomberg pada penutupan perdagangan hari ini, rupiah tercatat terus mengalami pelemahan dari Rp14.004 per USD di pembukaan, menjadi Rp14.052 per USD.

 

(Des)





Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini