FATF : Indonesia Berkomitmen Memerangi Praktik Pencucian Uang

0
6

Presiden Financial Action Tax Force (FATF) Santiago Otamendi. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya)
Jakarta: Presiden Financial Action Tax Force (FATF) atau Kelompok Kerja Aksi Keuangan untuk Pencucian Uang Santiago Otamendi mengatakan Indonesia memiliki komitmen kuat dalam memerangi praktik tindak pidana pencucian uang.

Hal tersebut diutarakan Santiago usai bertemu dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin.
“Kami benar-benar melihat komitmen besar yang dimiliki Indonesia untuk memerangi AML (anti-money laundring,” kata Santiago di Kementerian Keuangan, Rabu, 9 Mei 2018.
Santiago mengatakan, dalam pertemuan tersebut, FATF dan pihak pejabat Indonesia saling berbagi pandangan mengenai tantangan di sektor keuangan dunia.
Terkait dengan proses keanggotaan Indonesia di FATF, Santiago mengatakan pihaknya tengah melakukan penilaian dan mengupayakan agar Indonesia bisa menjadi bagian dari lembaga internasional tersebut.
“Indonesia adalah negara yang sangat penting di dunia. Kami membutuhkan suara Indonesia di tubuh kami. Jadi kami sedang mengusahakannya,” jelas dia.
Sementara itu, Kiagus mengatakan dalam memerangi praktik transaksi keuangan mencurigakan yang berhubungan dengan pencucian uang, Indonesia telah memiliki payung hukum yang kuat. Selain itu, peran serta masing-masing kementerian dan lembaga (K/L)dalam memberantas praktik kejahatan tersebut pun dinilai baik. Hal tersebut bisa menjadi modal bagi Indonesia untuk gabung dalam keanggotaan.
“Kita harus melalui satu proses, jadi kalau ini dia setuju, kita observer dulu, setelah jadi observer, nanti dilakukan evaluasi, kalau oke mudah-mudahan 2019-2020 kita jadi anggota penuh,” jelas Kiagus.(AHL)

Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini