BEI Nilai Investor Perlu Atur Ulang Portofolio Investasi

0
4
Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai para investor perlu mengatur ulang investasinya di pasar modal di Indonesia. Pengaturan ulang itu dianggap penting lantaran sekarang ini nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) tengah melemah dan menembus level Rp14.000 per USD.
“Kan memang mayoritas kepemilikan saham sebagian asing dan saya kira mereka sedang membuat rebalancing dari sisi portofolio mereka. Karena mereka sedang mengukur faktor risiko dan pergerakan currency yang ada,” ungkap Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia Samsul Hidayat, di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Selasa, 8 Mei 2018.
Ia tidak menampik bagi investor asing sekarang ini dana investasinya di pasar modal sedang bergejolak. Namun, para investor asing masih meyakini kinerja emiten di Tanah Air terus positif dan tidak sedikit dari mereka memperoleh keuntungan atas peningkatan laba yang sudah terjadi sejak 2016.
Terkait fluktuasi nilai tukar, tambahnya, faktor ekonomi global memang memberi pengaruh bagi investor asing salah satunya perang dagang antara AS dengan Tiongkok.‎ “Saya kira ini berpengaruh tapi sifatnya menjadi semacam isu-isu bagi investor saja. Ini menjadi semacam market fluktuasinya,” tegas Samsul.
Sebelumnya, ‎Head of Research Ekuator Swarna Sekuritas David Sutyanto menyebutkan,‎ mata uang rupiah yang tembus ke posisi Rp14.000 per USD menjadi hawa negatif bagi pasar modal Indonesia. Pasalnya, pelemahan itu membuat banyak dana investor asing ‎yang keluar dari pasar modal Tanah Air.
“Bukan hanya rupiah, data ekonomi dan PDB yang di bawah target, itu yang banyak membuat indeks hadapi tekanan. Asing saya perkirakan masih akan lakukan arus modal keluar,” ucap Head of Research Ekuator Swarna Sekuritas David Sutyanto kepada Medcom.id, belum lama ini.(ABD)
Sumber
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini