DPR Minta Bea Cukai Bali Tingkatkan Pengawasan

0
3

Anggota Komisi XI DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya. Foto: Dok. DPR
Denpasar: Bea Cukai Bali diminta waspada terhadap kemungkinan masuknya obat-obatan terlarang melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, dan Teluk Benoa. Sebab, Bali akan menjadi tuan rumah  IMF-World Bank Annual Meeting 2018.

“Karena pintu masuknya obat-obatan terlarang tersebut melalui wisatawan. Baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan lokal, agar kita harus waspada  terhadap hal ini,” ujar Anggota Komisi XI DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya, dalam keterangan tertulisnya.
Dia juga menekankan untuk melakukan pengawasan lebih ketat di Teluk Benoa. Bea dan Cukai Bali sering kali mendapatkan banyak temuan terkait penyelundupan, pernah juga menemukan obat-obatan terlarang yang diselundupkan ke dalam anus dan organ vital wanita.
“Bea dan Cukai Bali sudah banyak sekali mendapatkan temuan-temuan lainnya. Kemarin ada kendaraan-kendaraan impor yang tidak memenuhi persyaratan administrasinya, sehingga harus ditahan di kantor pusat. Narkoba, obat-obatan terlarang dan juga barang-barang yang memang tidak seharusnya masuk ke Indonesia, semaksimal mungkin diberlakukan hal seperti itu,” tegas dia.
Selain itu, masih banyak sekali temuan-temuan yang tidak terungkap. Dia tak mau penyebaran ini menjadi masif.
Dalam kunjungan ke Kantor Bea dan Cukai di Bali, Senin, 30 April 2018, ia pun mengapresiasi Bea dan Cukai setempat yang sudah bekerja sama dengan BNNP Bali dan Polda Bali, dalam mengantisipasi peredaran obat-obatan terlarang.
“Keberhasilan yang sudah berjalan selama ini harus lebih ditingkatkan lagi. Karena ini semua sudah mencapai hasil yang bagus, akan lebih baik untuk ditingkatkan lagi. Jika diperlukan sarana dan prasarana lainnya demi mendukung hal tersebut, kami akan komunikasikan dalam pembahasan-pembahasan anggaran,” katanya. (ROS)
Sumber
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini