Bareskrim Akan Periksa Facebook Pusat

0
6



Jakarta: Direktorat Siber Bareskrim Polri tak cukup hanya memeriksa perwakilan Facebook Indonesia dalam menelusuri kebocoran data pengguna di Tanah Air. Pihak Facebook pusat bakal dipertimbangkan untuk diminta hadir menjalani pemeriksaan.

“Itu akan kita pertimbangkan (memanggil Facebook pusat),” ujar Dirsiber Bareskrim Polri, Brigjen Rachmad Wibowo di PTIK, Jakarta Selatan, Jumat, 4 Mei 2018.



Baca: DPR akan Panggil Facebook Terkait Kebocoran Data

Pihak perwakilan Facebook Indonesia telah memenuhi panggilan pemeriksaan. Meski kooperatif, kehadiran mereka dianggap tak sesuai dengan kompetensi yang dimaksud untuk menelusuri kebocoran data pengguna itu.

“Hampir tidak bisa menjawab setiap pertanyaan yang kita ajukan. Yang ada di sini (Facebook Indonesia) hampir tidak mengetahui apa-apa, mereka hanya advertising saja,” jelas Rachmad.

Facebook Indonesia dianggap belum membantu penyidik Polri. Sikap tertutup Facebook kepada Bareskrim Polri bakal dilaporkan kepada Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara.

Tak menutup kemungkinan, sikap tegas pemerintah Indonesia bakal diberikan terhadap jejaring sosial besutan Mark Elliot Zuckerberg ini.

“Saya lapor ke regulator nanti, saya lapor ke Pak Menteri Kominfo apa kebijakan beliau dan saya kira Pak Menteri sudah punya rencana kalau itu terjadi (Facebook tetap tertutup),” jelas Rachmad.

Baca: Dituduh Rusak Persaingan Usaha, Facebook dan Google Kena Tuntut

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) masih menunggu dan terus memantau Facebook terkait penyalahgunaan data penggunanya. Perusahaan yang memiliki lebih dari dua miliar pengguna itu diberikan tenggat waktu untuk menjawab permintaan dari Kominfo terkait kebocoran data pengguna.

Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani mengatakan telah melayangkan surat sebanyak dua kali.

“Ada informasi yang belum jelas. Apakah itu ada penyalahgunaan? Apa di situ ada data orang Indonesia yang disalahgunakan? Itu yang kita ingin tahu,” ujarnya saat ditemui di Thamrin City, Jakarta, Selasa 24 April 2018.

Facebook diminta memberikan akses ihwal laporan audit internal yang tengah dilakukan untuk dapat diinvestigasi lebih lanjut. Saat ini, Inggris juga melakukan penyelidikan pada Facebook dan media sosial itu tidak diberikan akses untuk menyelidiki kasus penyalahgunaan data pengguna Facebook Indonesia oleh Cambridge Analytica.

Kebocoran data pengguna Facebook diketahui lantaran hubungan kerja sama dengan pengembang aplikasi pihak ketiga. Polri bakal memastikan informasi penyalahgunaan data pengguna Facebook yang diduga meluas ke firma analisis selain Cambridge Analytica, yakni CubeYou dan AggregateIQ.

(DEN)





Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini