Bappenas: Kerja Sama Indonesia-AS Berkontribusi ke Prioritas Nasional

0
6

Jakarta: Compact Indonesia yang merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Amerika Serikat (AS) dalam mengurangi kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi telah mencapai tahap akhir pelaksanaan. Selama lima tahun pelaksanaanya, Compact Indonesia telah berkontribusi pada prioritas nasional dalam tiga sektor utama.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menjelaskan tiga sektor utama yang dimaksudkan yakni kemakmuran hijau, pencegahan stunting, dan modernisasi pengadaan serta melahirkan sejumlah inovasi pembangunan. Diharapkan hal semacam ini terus menstimulus positif perekonomian Indonesia.
“Keberhasilan Compact Indonesia terlihat dari berbagai proyek yang telah terintegrasi di dalam prioritas nasional. Nilai strategis dan inovasi yang telah dihasilkan Compact Indonesia akan dilanjutkan oleh pemerintah dan mitra pembangunan lainnya,” ucap Bambang, dalam keterangan resminya, di Jakarta, Rabu, 9 Mei 2018.
Menurutnya Compact Indonesia telah mengembangkan model penanganan stunting yang mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat, penguatan pelayanan kesehatan, dan kampanye perubahan perilaku untuk mendukung target nasional penurunan prevalensi stunting menjadi 28 persen pada 2019.
Melalui Proyek Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat untuk Mengurangi Stunting (PKGBM), Compact menjangkau 2 juta balita di 11 provinsi, 64 kabupaten, dan 5.700 desa. Lebih dari 30.000 tenaga kesehatan telah terlatih untuk gizi, sanitasi, dan monitoring evaluasi, dan kampanye gizi nasional telah menjangkau lebih dari 48 juta orang.
“Compact Indonesia telah berhasil menguatkan komitmen pemerintah dari tingkat desa hingga pimpinan tertinggi negara untuk bekerja bersama lintas sektor demi menangani stunting,” ucap Bambang.
Investasi Compact Indonesia melalui Proyek Kemakmuran Hijau telah berkontribusi mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 1 juta metrik ton per tahun, sejalan dengan Rencana Aksi Nasional-Penurunan Gas Rumah Kaca.
Ini dicapai melalui berbagai upaya, yaitu pengembangan energi terbarukan total 12,3 MW di 11 provinsi, restorasi 16.580 hektare lahan gambut, pertanian berkelanjutan melibatkan 121.143 petani, penanaman 2 juta pohon, dan tata guna lahan partisipatif di 40 kabupaten dalam kerangka kebijakan satu peta.
“Beragam inovasi telah dihasilkan, antara lain kemitraan masyarakat dan swasta dalam mengelola perusahaan listrik desa. Seluruh pengetahuan proyek ini dihimpun dan dibagi kepada para pemangku kepentingan sebagai referensi pembangunan hijau,” sebut Bambang.
Melalui Proyek Modernisasi Pengadaan, tambahnya, Compact Indonesia mendukung agenda reformasi pengadaan pemerintah. Proyek ini telah mengembangkan kapasitas 1.590 profesional pengadaan, memperkuat kelembagaan Unit Layanan Pengadaan (ULP) di mana 43 ULP telah menjadi permanen.
Selain itu, 30 di antaranya mencapai tahap centre of excellence, penghematan Rp30,3 miliar melalui kontrak katalog, serta membangun Sistem Manajemen Informasi Pengadaan (PMIS) yang telah diadopsi ULP dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
“Proyek ini merupakan investasi terbesar Pemerintah Indonesia dalam upaya mereformasi pengadaan pemerintah agar lebih transparan, akuntabel, dan profesional,” pungkas Bambang.(ABD)
Sumber
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini