Bamsoet Ingatkan Peserta Pemilu Jangan Sebar Hoaks

0
7



Jakarta: Seiring perkembangan zaman, media sosial (medsos) kini digunakan sebagai cara berkampanye dan menyebarluaskan informasi. Sayangnya, informasi yang diberikan tak jarang merupakan berita bohong atau hoaks.

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan agar peserta Pemilu 2019 tidak menyebarluaskan hoaks. Sebab, masifnya informasi di medsos dapat memengaruhi cara pandang dan sikap masyarakat. 



Hal itu disampaikan oleh pria yang akrab disapa Bamsoet itu dalam kata sambutanya saat menghadiri Rembuk Nasional Mewujudkan Pemilu 2019 yang Aman dan Bermartabat. Acara yang diadakan oleh Ikatan Sarjana dan Profesi Perpolisian (ISPPI) menghadirkan pembicara dari berbagai pejabat dan tokoh, yaitu Irjen Pol Gatot Edy Pramono (Mabes Polri), dan Romo Benny Susetyo (tokoh agama).

Ada juga Jimly Asshiddiqie (pakar hukum tata negara), Hasyim Ashari (KPU Pusat), Bahtiar (Kementerian Dalam Negeri), Helmi Faishal (PBNU), Abdul Mu’ti (PP Muhammadiyah), serta Arifin Asyad (praktisi media).

“Para elite politik jangan mendidik masyarakat melalui berita hoaks dan ujaran kebencian. Mari kita kedepankan sikap kenegarawanan untuk bersaing secara sehat dan menunjukan sikap siap menang, siap kalah,” kata Bamsoet, dalam keterangan tertulis, Selasa, 8 Mei 2018.

Politikus Golkar itu menilai, medsos menjadi kekuatan utama pada Pemilu 2019 nanti. Sayangnya, perilaku masyarakat di media sosial sama sekali jauh berbeda dengan budaya masyarakat Indonesia. “Yaitu budaya  santun, saling hormat menghormati, gotong-royong, dan guyub. Saya sangat sedih, sikap dan perilaku masyarakat seolah kebablasan, dan tidak mengindahkan etika yang baik di media sosial,” ungkap Bamsoet.

Akibatnya, berita hoax maupun ujaran kebencian yang berbau fitnah bisa bercampur aduk sehingga membentuk opini. Parahnya, berita hoaks tersebut kemudian diterima sebagai suatu kebenaran lalu disebarluaskan tanpa ada klarifikasi. 

Bamsoet tak menampik jika elite politik maupun orang yang dianggap sebagai tokoh masyarakat menjadi bagian penyebaran berita hoaks. Hal itu dilakukan untuk mencapai tujuan politiknya.

“Ini tak boleh kita biarkan. Saya dukung penuh aparat kepolisian melakukan tindakan tegas. Jika tidak ditertibkan dari sekarang, ini akan menjadi fenomena bola salju yang semakin membesar dan liar. Persatuan dan kesatuan bangsa menjadi taruhannya,” terang Bamsoet. 

Selain itu, Bamsoet juga mengusulkan agar  adanya peningkatan edukasi politik dan sosialisasi kepada masyarakat. Sehinggga, berbagai hal teknis maupun sengitnya persaingan politik tidak menambah kerumitan penyelenggaraan Pemilu dan menaikan tensi politik.

“Lancarnya urusan teknis bisa ikut mempengaruhi lancarnya tensi politik. Begitu pun sebaliknya. Berbagai kendala teknis bisa jadi akan meningkatkan tensi politik. Karena itu, DPR RI selalu mensupport KPU sebagai penyelenggara Pemilu agar bisa melakukan manajemen yang lebih canggih dan handal, sehingga semua proses dan tahapan pemilu berlangsung demokratis dan kredibel,” ujar Bamsoet. 

(ROS)





Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini