Bamsoet Berpantun tentang Teroris dan Kenaikan H

0
6



Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) – ANT.Wahyu Putro A.


Jakarta: Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) merupakan salah satu tokoh politik nasional yang memiliki hobi berpantun. Kebiasaan lama itu selalu ia tunjukkan di sela kegiatannya sebagai orang nomor satu di DPR RI.

Pantun yang disampaikan tentunya disesuaikan dengan kegiatan yang dihadiri. Misalnya, saat sedang Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan V  Tahun Sidang 2017-2018.



Pada awal pidato, pria yang akrab disapa Bamsoet itu melantun beberapa pantun yang menggambarkan kondisi di Indonesia, yaitu teror bom dan naiknya sejumlah harga kebutuhan pokok. 

Pantun pertama yang disampaikan oleh Bamsoet menyinggung aksi teror yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan ini. Tak hanya mengganggu keamanan dalam negeri, aksi teror itu seakan menjadi kesempatan berbagai pihak yang menyalahkan DPR RI yang tak kunjung menyelesaikan revisi UU Terorisme.

Di Minggu pagi bom mengguncang

Warga kocar-kacir tunggang-langgang

Kita prihatin bukan kepalang

Kutuk teror salahkan undang-undang

Selanjutnya, suksesor Setya Novanto itu menyampaikan pantun yang bernadakan aspirasi rakyat Indonesia yang meminta agar harga bahan pokok dan BBM tidak dinaikan.

Umat muslim masuki Ramadhan

Intensifkan ibadah sampai lebaran

Rakyat berharap dan berpesan

Sembako dan BBM jangan dinaikkan

Setelah membacakan pantun, mantan Ketua Komisi III DPR RI itu pun membahas beberapa isu dan kondisi yang terjadi beberapa waktu belakangan ini. Tak lupa, dia juga mengingatkan agar alat kelengkapan dewan (AKD) di DPR RI uantuk emnyelesaikan tugas dan fungsinya dengan baik.

Pada penutup pidatonya, Bamsoet kembali berpantun. Kali ini, pantutn yang disampaikan bertujuan untuk memberikan semangat kepada aparat kemanan agar dapat mengusut aksi teror hingga tuntas.

Bom meletus wartawan meliput

Laporan diberitakan berturut-turut

Hadapi terror tidak boleh takut

Pihak berwajib teruslah usut

Terakhir, politikus Golkar itu lantang menyampaikan bahwa rakyat Indonesia tidak takut menghadapi teroris. Tapi, masyarakat takut dengan kenaikan tarif listrik.

Burung perkutut buah kenari

Teroris mati mencari bidadari

Kita tak takut perang menghadapi

Tarif listrik dan dollar naik itulah yang kita takuti.

(ROS)








Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini