APBI Usul Mekanisme Transfer Kuota Batu Bara BtoB

0
7



Batu Bara. Antara/Puspa Perwitasari.


Jakarta: Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) mengusulkan mekanisme transfer kuota batu bara antara produsen dilakukan secara business to business (B to B).

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia mengatakan, pihak APBI masih membahas mengenai mekanisme tersebut. Namun ia mengusulkan prinsipnya mekanisme transfer kuota batu bara diserahkan secara business to business.



“Prinsipnya diserahkan ke B to B,” kata Hendra kepada Medcom.id, Kamis, 31 Mei 2018.

Meskipun demikian, lanjut Hendra, APBI juga meminta agar harga untuk transfer kuota itu tetap ditentukan oleh pemerintah. “Usulan tarif diendorse atau pemerintah menetapkan,” ucap Hendra.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan akan membuat payung hukum mengenai praktik transfer kuota batu bara. Namun pemerintah masih menunggu usulan mekanisme transfer kuota dari APBI.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara Kementerian ESDM Bambang Gatot mengatakan pihaknya sengaja tidak membuat landasan hukum terlebih dahulu untuk mengurangi kesalahpahaman. Dia melakukan ini supaya tidak dianggap membuat payung hukum sepihak.

“Biar mereka (produsen) berbicara sendiri dulu. Kalau sudah ketemu, nanti landasan hukumnya apa baru kita terbitkan,” kata Bambang.

Ia menyebutkan ada beberapa kemungkinan terkait ketentuan mekanisme transfer kuota tersebut. Salah satunya adalah membatasi harga jual per ton untuk batu bara yang ditransfer. Namun mekanisme belum ditetapkannya. Ia juga mengakui tidak semua perusahaan memilki kemampuan produksi yang sama. Selain itu tingkat kalori batu bara yang dihasilkan juga berbeda.

(SAW)










Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini