Analis Prediksi Rupiah Cari Titik Keseimbangan Baru

0
7



Jakarta: Pergerakan dolar Amerika Serikat (USD) diperkirakan menguat di level 93-94 terhadap beberapa mata uang utama dunia lain terutama euro. Penguatan disebabkan risiko politik yang meningkat di Eropa usai terpilihnya partai populis five star movement dan partai liga di Italia yang kini menjanjikan pemotongan pajak besar-besaran di Italia.

Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan dengan janji pemotongan pajak besar-besaran di Italia dan menaikkan belanja sosial akan meningkatkan kekhawatiran bahwa terjadi penurunan peringkat surat utang Italia. Tentu setiap kebijakan yang diambil jangan sampai menekan laju pertumbuhan ekonomi.



“Seiring masih cukup kuatnya USD serta usai kenaikan tingkat suku bunga acuan, nilai tukar diperkirakan mencari titik keseimbangan baru di level Rp14.100 hingga Rp14.200 per USD,” kata Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Senin, 21 Mei 2018.

Sementara itu, imbal hasil treasury AS jangka menengah (10 tahun) dan panjang di AS (30 tahun) pada Senin turun cukup tajam masing-masing sebanyak empat bps ke level 3,07 persen dan 3,21 persen seiring menguatnya USD didorong naiknya risiko politik di Uni Eropa.

Harga minyak kemungkinan masih dapat mendorong kenaikan imbal hasil treasury AS. Harga minyak WTI dan gas kemarin masing-masing bergerak bervariasi. Harga minyak naik sebesar 0,48 persen (USD71,62 per barel) dan harga gas turun 0,32 persen.

Lebih lanjut, imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) diperkirakan bergerak naik seiring kemungkinan melemahnya nilai tukar rupiah akibat kuatnya USD dan dampak dinaikannya tingkat suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI). Adapun imbal hasil SUN 10 tahun kemungkinan bergerak di rentang 7,2-7,5 persen.

 

(ABD)










Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini