Aktivitas Gunung Tangkuban Parahu Menurun, Pembersihan Abu Terkendala Minimnya Air – Nasional Terkini

0
5


Terkini.com – Aktivitas Gunung Tangkuban Parahu masih fluktuatif meski cenderung menurun pasca erupsi freatik pada Jumat (26/7) lalu. Untuk itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih memberlakukan radius aman bagi masyarakat maupun pengunjung.

Kepala PVMBG, Kasbani menyatakan hasil pengamatan visual dan pengukuran gas masih terjadi embusan asap putih setinggi 30 meter di kawasan kawah. Material gas tersebut berpotensi berbahaya bagi kesehatan.

“Rekomendasi kami tidak boleh ada aktivitas kegiatan manusia di jarak 100 meter dan 500 meter dari pusat kawah. Makin masuk dalam kawah potensinya semakin besar. Di luar 100 meter gasnya sudah terurai,” katanya di Pos Pengamatan Gunung Api Tangkuban Parahu PVMBG, Senin (29/7).

Ia pun mengimbau masyarakat sekitar mendekati kawah untuk menggunakan masker. Kasbani menambahkan, sejauh dari pengamatannya, belum ada tanda-tanda ada erupsi susulan meski masih ada gempa berskala kecil.

Pengamat Gunung Api Tangkuban Parahu dari PVMBG, Adzan Anugrah Indiarsyah menambahkan gempa tremor di kawasan Gunung Tangkuban Parahu masih sering terjadi selama empat hari terakhir.

Pada akhir pekan lalu, usai erupsi, gempa tremor masih terjadi dengan amplitudo maksimum 0,5 milimeter hingga 4 milimeter dan amplitudo dominan di angka 2 milimeter. Pada hari ini, gempa tremor yang terjadi terekam di amplitudo maksimum 0,5 hingga 3 milimeter dan amplitudo dominan di angka 1 milimeter.

“Status masih normal atau level 1. Kami masih terus melakukan penelitian dan evaluasi seminggu ini kita lihat apakah stabil atau ada peningkatan,” terangnya.

Sementara itu, dari pantauan, kawasan wisata Gunung Tangkuban Parahu masih ditutup untuk aktivitas wisata. Para pedagang berbenah membersihkan sisa abu vulkanik dari erupsi freatik dengan sapu. Sedangkan jalan yang tertutup abu dibersihkan dengan air.

2019 Terkini.com/Aksara Bebey

Ketebalan abu yang menumpuk di atap kios penjual dan jalan akses menuju kawasan wisata sekitar 10 cm. Meski demikian, tidak ada kerusakan yang berarti. Hanya, para pedagang mengeluhkan debit air yang terbatas untuk dimanfaatkan membersihkan abu.

“Mungkin karena kemarau, jadi airnya agak susah. Kalau ada pun kecil untuk menyemprot jalan dan warung,” ujar salah seorang pedagang, Ahmad Setiawan (54).

Kesulitan air pun diakui oleh pihak pengelola kawasan wisata. Mereka meminta tiga unit mobil bantuan Pemadam Kebakaran Sebanyak untuk membersihkan abu vulkanik.

Direktur PT Graha Rani Putra Persada (GRPP), Putra Kaban mengakui kewalahan dalam membersihkan sisa abu vulkanik, terutama di lokasi wisata utama, parkiran Kawah Ratu. “Airnya memang lagi susah karena lagi kemarau. Petugas juga lumayan kewalahan. Tapi kami berusaha untuk membersihkan hingga tuntas,” pungkasnya. [bal]





Source link

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini