Aksi Jual Asing Bayangi Perusahaan untuk IPO

0
6



Jakarta: Pasar modal yang bergejolak membuat pelaku pasar (investor) banyak melakukan aksi jual (net sell), khususnya investor asing yang telah merealisasikan net sell sekitar Rp40 triliun di sepanjang tahun ini.

Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan hal ini memberikan dampak negatif bagi calon emiten. Sehingga mengurungkan niat untuk menjalankan IPO. Dari catatan bursa, ada sembilan perusahaan yang urung melaksanakan IPO.



“Dana investor asing sudah banyak yang keluar dari bursa, dari awal tahun sudah keluar Rp40 triliun. Jadi mereka (calon emiten) khawatir, pada saat menjalankan IPO, barang (saham) yang dijual tidak laku,” tutur Edwin kepada Medcom.id, di Jakarta, Jumat, 25 Mei 2018.

Selain itu, sebut dia, suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) 7 Days Reverse Repo Rate yang diproyeksikan akan naik kembali juga menjadi sentimen negatif bagi perjalanan IPO perusahaan.

“Tren suku bunga akan naik, ini akan jadi sentimen negatif untuk IPO. Itu yang kita lihat, pasar tidak nyaman,” tutur Edwin.

Analis PT Binaartha Parama Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta pun mengakui, ada beberapa hambatan yang membuat perusahaan menunda IPO, selain kondisi pasar yang memang sedang naik turun saat ini.

“Terdapat beberapa hambatan yang dihadapi masing-masing perusahaan sehingga menunda IPO. Misalnya PT Artajasa Pembayaran Elektronis melakukan penundaan karena perlu penyesuaian dengan peraturan Bank Indonesia (BI). PT Wahana Vinyl Nusantara melakukan penundaan dengan alasan kondisi pasar. Jadi saya anggap bahwa masing-masing calon emiten memiliki hambatan tersendiri, sehingga mengalami penundaan IPO,” tutur Nafan.

Meski demikian, lanjut Nafan, pasar telah berubah, sehingga ada harapan untuk banyak calon emiten yang kembali merealisasikan IPO.

“Saat ini IHSG sudah mengalami net foreign buy. Perubahan secara step by step dalam rangka menuju ke area yang lebih positif. Itu menunjukkan ekonomi kita stabil. Saya optimistis minat terhadap IPO pasti akan lebih banyak lagi, apalagi bagi emiten yang ingin melakukan ekspansi bisnis dalam rangka meningkatkan kinerja fundamental perusahaan. Pastinya pasar akan peroleh aura positif,” tukas Nafan.

 

(AHL)





Sumber

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini