Akademisi Kehutanan Desak Pembahasan RUU Pertanahan Ditunda

0
5



Terkini.com – Sejumlah akademisi di bidang kehutanan yang tergabung dalam Forum Pimpinan Lembaga Pendidikan Tinggi Kehutanan Indonesia (FOReTIKA) menyatakan sikapnya atas rencana pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Pertanahan yang saat ini dibahas oleh DPR. FOReTIKA mendesak agar pembahasan RUU Pertanahan ditunda dan dibahas kembali oleh DPR periode 2019-2024.

Ketua FOReTIKA, Rinekso Soekmadi menerangkan ada sejumlah kekhawatiran dari pembahasan RUU Pertanahan. Rinekso menyebut jika dalam pembahasan RUU Pertanahan tidak secara eksplisit membahas tentang masalah ekologi dan konservasi hutan.

Rinekso mengungkapkan muncul kekhawatiran dari akademisi di kehutanan jika RUU Pertanahan dibahas saat ini justru akan terjadi alih fungsi hutan secara besar-besaran.

“Kami khawatir nanti kewenangan terhadap lahan itu diserahkan kepada pihak lain yang tidak terlalu besar konsennya terhadap keberlanjutan pengelolaan hutan. Nah ini jangan-jangan nanti semakin mudah untuk mengkorvensi hutan menjadi bukan hutan,” ujar Rinekso di Balairung UGM, Jumat (12/7).

Akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB) ini mengungkapkan jika pihaknya juga khawatir ada segelintir elite yang akan memanfaatkan pembahasan RUU Pertanahan untuk pemutihan kasus alih fungsi hutan yang bermasalah.

“Hari ini banyak kawasan hutan yang terlanjur digunakan untuk lainnya, seperti untuk perkebunan sawit misalnya. Itu prosesnya masih berlanjut. Nah dikhawatirkan (akan ada pemutihan), dan itu luasannya luar biasa, juta hektare hitungannya,” urai Rinekso.

“Kalau ini dipaksakan untuk dilegalkan. Nah ini khawatir yang tadinya (kasus alih fungsi hutan) masih berproses untuk kasus hukumnya menjadi diputihkan segera. Ini memang menjadi kehawatirkan kami,” pungkas Rinekso. [bal]





Source link

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini