Kesehatan

Kementan Ajak Warga Tingkatkan Konsumsi Susu

JAKARTA, TERKINI.COM- Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak masyarakat untuk semakin sadar akan pentingnya mengkonsumsi susu setiap hari. Hal itu lantaran masih rendahnya tingkat konsumsi susu di Indonesia yang masih lebih rendah dibanding negara lain.

“Konsumsi susu di negara kita masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Tahun 2019, tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia masih berkisar 16,23 kilogram per kapita per tahun,” kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan, I Ketut Diarmita di Jakarta, Senin (1/6).

Ketut menuturkan, momentum Hari Susu Nusantara mesti dimanfaatkan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar rutin mengkonsumsi susu. Terlebih, di tengah pandemi Covid-19 di mana dibutuhkan asupan makanan dan minuman untuk memperkuat daya tahan tubuh.

Ketut menjelaskan, secara umum susu banyak memiliki manfaat untuk yaitu  regenerasi sel tubuh, menguatkan tulang dan gigi, menyokong pertumbuhan fisik, meningkatkan kecerdasan, mampu mencegah stunting pada anak-anak serta meningkatkan imunitas tubuh sehingga meminimalisir potensi terinfeksi agen penyakit.

“Di masa pandemi Virus Covid-19 saat ini, konsumsi susu menjadi penting untuk peningkatan imunitas tubuh yang merupakan salah satu cara untuk meminimalisir potensi terinfeksi agen penyakit,” ucapnya.

Peringatan Hari Susu awalnya ditetapkan oleh Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) sejak tahun 2001 dan menetapkan tanggal 1 Juni sebagai World Milk Day. Di Indonesia, pemerintah turut merakayakn Hari Susu Dunia sejak tanggal 1 Juni 2009 melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 2182/KPTS/PD.420/5/2009, dengan tajuk Hari Susu Nusantara.

Selain soal konsumsi, pihaknya juga menyoroti pentingnya peningkatan populasi sapi perah untuk meningkatkan produksi susu dan memenuhi kebutuhan susu nasional. Berdasarkan data statistik peternakan dan kesehatan hewan 2019, populasi sapi perah nasional pada tahun 2019 sebanyak 561.061 ekor dengan produksi susu sebanyak 996.442 ton.

“Pertumbuhan populasi sapi perah dan pertumbuhan produksinya belum mampu mengimbangi pertumbuhan konsumsi, sehingga ketersediaan sebagian besar produk susu dan turunannya adalah melalui importasi yang semakin lama semakin meningkat,” ujarnya.

Dengan jumlah kebutuhan susu nasional tahun 2019 mencapai 4,3 juta ton, produksi Susu Segar Dalam Negeri (SSDN) saat ini hanya mampu memenuhi 22 persen dari kebutuhan nasional, sehingga 78 persen sisanya nya berasal dari impor, berdasarkan data BPS 2020.

Selain itu, produksi susu saat ini masih didominasi oleh susu sapi, padahal kita memiliki potensi ternak lain seperti kambing perah (kambing peranakan ettawa, kambing saanen) dan kerbau perah yang pemanfaatannya belum optimal.

“Berbagai permasalahan dan tantangan dalam pengembangan industri susu nasional harus didorong bersama melalui peran aktif dari semua pihak, tidak hanya pemerintah namun juga akademisi, swasta, industri dan tentu saja para peternak itu sendiri,” katanya. (Rol/TC)

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 + 15 =

Most Popular

To Top