1.032 WNI Mencoblos di Kota New York

0
11


Ratusan warga Indonesia tertib mengantri panjang, di depan gedung Kantor Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) New York, pada Sabtu, 13 April 2019. Walau cuaca dingin mencapai 17 derajat Celcius, masyarakat Indonesia yang berstatus WNI dan terdaftar sebagai pemilih dalam DPT, tampak antusias untuk menggunakan hak suaranya melalui TPS KJRI New York.

Secara keseluruhan, untuk wilayah kerja PPLN New York, terdapat sebanyak 11.582 pemilih yang telah terdaftar, antara lain: Pemilih TPS sebanyak 725 orang, KSK (Pos Keliling di Philladelphia dan Dover, New Hampshire) sebanyak 754 orang dan Pemilih melalui pos ada sebanyak 10.103 orang.

Antrian ratusan WNI yang hendak memberikan suara di KJRI New York meluber hingga ke 5th Avenue, Sabtu 13/4 (VOA/Naratama).

Antrian ratusan WNI yang hendak memberikan suara di KJRI New York meluber hingga ke 5th Avenue, Sabtu 13/4 (VOA/Naratama).

“Semuanya berjalan lancar. Memang ada sedikit persoalan yaitu surat suara lewat pos yang tidak sampai ke alamat rumah (bagi pemilih yang memilih lewat pos) karena ada beberapa alamat yang ternyata belum diupdate oleh para pemilih. Mereka pindah alamat tapi tidak melaporkan kepada PPLN,” penjelasan Abdulkadir Jailani, Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) New York.

“Solusinya kita tetap memberikan surat suara, tapi kita tunggu sampai batas waktu 17 April,” tambah Abdulkadir.

Menurut laporan panitia PPLN jumlah Pemilih di tiga kota adalah kota Philadelphia, Pensylvania (KSK 01 & 02) Jumlah DPT = 294, hadir = 177 ( *60,2%* ) + DPTb = 5 DPK = 130, total jumlah pemilih = *312* orang.Kota Dover, New Hampshire (KSK 03 & 04) Jumlah DPT = 460, hadir = 226 ( *49,13%* ) + DPTb = 3, DPK = 86, total jumlah pemilih = *315* orang. Kota New York, New York (TPS 1 & 2) Jumlah DPT = 725, hadir = 517 ( *71,3%* ) + DPTb = 182, DPK = 333, total jumlah pemilih = *1.032* orang.

Ruangan utama gedung KJRI dibagi menjadi dua TPS terlihat tertib dan rapih. Garis marka TPS tampak membatasi para penunggu dengan ruangan area TPS. Para pemilih memasuki ruangan setiap 10 orang dalam beberapa menit.

“Calon pemilih sudah mulai antri sejak jam 7.30, kemudian tepat jam 8 sudah kita buka dengan pertemuan dengan para saksi. Jam 8.30, penyerahan kotak suara kepada panitia lokal, dan tepat jam 9 pemilih melakukan hak pilih mereka,” jelas Indriyo ketua PPLN New York.

DPTHLN (Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Luar Negeri) PPLN New York mencakup 13 negara bagianyaitu New York (NY), Connecticut (CT), Maine (ME), Massachusetts (MA), New Hampshire (NH), Rhode Island (RI), Vermont (VT), Delaware (DE), New Jersey (NJ), Pennsylvania (PA), North Carolina (NC), South Carolina (SC) dan West Virginia (WV).

“Masih ada juga warga pemilih yang memilih lewat pos namun tetap hadir ke TPS dan memasukkan surat suara ke kotak suara.Mereka ingin menikmati suasana pencoblosan di TPS,” kata Indriyo Sukmono ketua PPLN New York.

Antrian ratusan warga didepan gedung KJRI terlihat sangat panjang hingga berbelok ke jalan 5th Avenue, bersebrangan dengan area Central Park. Beberapa polisi New York (NYPD) juga datang untuk turut mengamankan antrian agar tidak mengganggu ketertiban umum.

WNI memasukkan surat suara ke kotak dalam pemilu serentak di KJRI New York, Sabtu 13/4 (VOA/Naratama).

WNI memasukkan surat suara ke kotak dalam pemilu serentak di KJRI New York, Sabtu 13/4 (VOA/Naratama).

Panitia PPLN dan petugas Panwaslu cukup sigap mengantisipasi keadaan, bukan hanya untuk mengatur ratusan warga yang membludak datang pada sore hari, namun juga pada saat koordinasi di lapangan antara petugas penerima pendaftaran pemilih dengan petugas TPS.

“Di dalam ada sedikit miscoordination ya, di mana TPS 2 tidak bergerak sementara di TPS 1 terus diberikan nomer. Tapi akhirnya saya dapat memilih,” ujar Karla warga dari New York, yang sempat mengantri hingga lebih dari tiga jam.

Sementara bagi Rukmini Wooryono Meraxa, warga yang baru pertama kali berpartisipasi mencoblos langsung di KJRI New York, menilai koordinasi pemilihan kali ini sangat baik.

“Sangat tertib dan semuanya berjalan dengan aman dan lancar. Semua panitia betul-betul menjalankan tugasnya dengan baik,” pujinya.

Beberapa warga yang datang dari luar New York seperti Connecticut dan Massachusetts harus menempuh perjalanan antara dua hingga lima jam untuk datang ke TPS New York.

“Saya sangat mengapresiasi masyarakat Indonesia yang mengantri meski cuaca dingin dan datang jauh-jauh ke Manhattan, untuk menunjukan rasa nasionalisme terhadap negeri kita tercinta,” tambah Abdulkadir Jailani, Konjen RI yang ikut antri bersama masyarakat untuk menuju ke TPS.

Pembukaan kotak suara dan perhitungan suara akan dilakukan pada tanggal 17 April, bersamaan dengan perhitungan suara di Indonesia. (nr)



Source link

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini