Archive for the ‘Opini’ Category:
Politisasi Agama atau Privatisasi Agama?
Pertautan antara agama dan negara di negeri ini selalu dihadapkan pada situasi dilematis, sifat profetiknya mengalami pengerdilan ketika hanya dijadikan pengawal moral ruang privat di satu sisi.
Negara-Negara Adidaya Vs Iran
Usaha Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan program nuklir Iran kini membuat negara tersebut bertindak layaknya negara-negara penjajah abad ke-15, yaitu bertindak secara sepihak.
Dampak Tingkat Suku Bunga ‘Overvalued’
BI rate kembali dipertahankan pada level 8,25% pada awal November ini membuktikan BI tak memperhitungkan ekspektasi riil berdasarkan cost function yang well behaved dengan naiknya harga minyak dunia.
Mari Jadi Pahlawan Masa Depan
Bangsa-bangsa di dunia selalu memiliki cara tersendiri dalam menghormati perjuangan para leluhur mereka. Beberapa di antara mereka membangun monumen untuk mengenang sebuah peristiwa heroik dalam penggalan sejarah kehidupan.
Jual Beli Penghidupan Masyarakat
‘Kesadaran mereka untuk melestarikan hutan bukan karena dipaksa atau karena diiming-imingi uang, melainkan karena mereka adalah bagian dari alam yang saling bergantung satu sama lain.’
Ancaman Neokomunisme
DEWASA ini di era reformasi yang serba bebas dan merdeka sekali, di kala mayoritas rakyat masih miskin dengan tingkat pendidikan rendah, mulai tumbuh pengikut marxisme-komunisme, terutama di kalangan mahasiswa dan pemuda serta kaum intelektual.
Parpol Matikan Calon Perseorangan
SUNGGUH suatu siasat teramat jitu dari partai politik (parpol) untuk membunuh calon perseorangan bila draf keempat tertanggal 4 Oktober 2007 usulan Badan Legislasi (Baleg) DPR disetujui Sidang Paripurna DPR dan Presiden.
Liga Nasional ala Taufiq Kiemas
KETUA Dewan Pertimbangan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Taufiq Kiemas kembali membuat manuver politik.
Pemuda dan ‘Pro-Youth’ Pembangunan
Keterlibatan dan kepeloporan aktif pemuda dalam masyarakatnya idealnya tentu harus diberikan pemuda dengan kualitas terbaik.
Ijtimak saja tidak Cukup (Polemik Penetapan 1 Syawal)
Menarik membaca tulisan HR Sudradjat di Harian Media Indonesia, Jumat (14/9), yang mempersoalkan perbedaan penetapan 1 Syawal. Menurutnya, perbedaan itu terjadi karena keengganan Departemen Agama menggunakan IT.
Ideologisasi dan Transnasionalisasi Agama
CLIFFORD Geertz, dalam After Facts: Two Countries, Four Decades, One Antropologist (1995), mengungkapkan kecenderungan semakin menguatnya Islam puritan di Jawa; paling tidak lebih terasa jika dibandingkan dengan masa 1960-an.
Dilema Menghadapi Duafa
‘Kemiskinan yang memprihatinkan memang bukan hal baru untuk Indonesia. Indonesia malahan termasuk salah satu dari empat negara Asia yang menampung dua pertiga penduduk miskin dunia’.
